Market Review : Emas Kalah Melawan Krisis Likuiditas

Disadur dari Edukasi dan Riset PT.MIF

Ringkasan

  • Euro pulih, namun kenaikan bersifat sementara.
  • Wall Street optimis AS dapat arungi krisis utang Eropa.
  • Emas kalah melawan krisis likuiditas.
  • Resiko geopolitik Timur Tengah topang performa minyak.

 Pemulihan Euro Bersifat Sementara

 Euro rebound dari level rendah 15 bulan terhadap dollar AS akibat maraknya aksi short-covering jelang penutupan tahun 2011. Meski demikian, tidak banyak analis yang antisipasi berlanjutnya rally mata uang tunggal Eropa seiring belum adanya solusi untuk atasi krisis utang.”Ada kekhawatiran di kwartal pertama 2012 krisis utang akan memburuk akibat besarnya volume utang yang harus dibayar oleh beberapa pemerintah di zona-euro,” ujar strategis Standard Chartered, David Mann. “Trader akan manfaatkan peluang kenaikan euro untuk kurangi exposure mengantisipasi aksi serupa yang akan terjadi di awal Januari. EUR/USD akan lanjutkan pelemahan dan raih $1.20 pada akhir Maret 2012.”

Kekhawatiran akan kemampuan pendanaan Italia gerogoti sentimen pasar. Italia harus membayar biaya pinjaman hampir 7% ketika menjual obligasi bertenor 10 tahun. Roma juga hanya berhasil kumpulkan dana sebanyak €7,02 miliar, lebih rendah dari target €8,5 miliar. Ini tentunya bukan kabar gembira mengingat Italia harus terbitkan obligasi senilai €450 miliar pada tahun 2012 di saat perekonomian terbesar ketiga di zona-euro ini alami perlambatan.

Analis melihat kejatuhan tajam euro di bawah $1.30 akan membuat level psikologis tersebut sebagai resistance kunci. Trader juga antisipasi pelemahan EUR/USD hingga $1.25 untuk beberapa bulan mendatang. Carl Hammer, strategis SEB, prediksi euro akan lanjutkan penurunan hingga raih $1.25 pada bulan Maret akibat merebaknya kecemasan pasar akan besarnya kebutuhan pendanaan Italia di awal tahun depan.

Pelemahan Pound Masih Akan Berlanjut

Poundsterling anjlok hingga ke titik terendah 2½-bulan versus Greenback setelah hasil lelang obligasi Italia menghadirkan resiko akan memburuknya krisis utang Eropa di tahun depan. Yield obligasi Italia masih berkutat dekat level krusial 7% dan Roma hanya berhasil kumpulkan dana sebanyak €7,02 miliar, lebih rendah dari target €8,5 miliar.

Analis berpendapat kemungkinan memburuknya krisis utang Eropa tahun depan berpotensi menghadirkan malapetaka bagi sektor keuangan Inggris, yang akan terus menempatkan pound di bawah tekanan mata uang AS. Sementara spekulasi tentang QE lanjutan dari Bank of England juga masih beresiko melukai sterling di tahun 2012.

“Banjir permintaan dollar kemungkinan berlanjut hingga awal tahun depan. Dan jika itu benar-benar terjadi, Cable akan terperosok lebih dalam menuju kisaran $1.50,” kata Michael Derks, strategis yang diwawancarai Reuters. Sterling diterpa aksi jual sejak semester dua 2011 seiring para pembuat kebijakan Eropa belum mampu hasilkan solusi komprehensif untuk selesaikan masalah utang.

Analis juga melihat kemungkinan pelonggaran moneter lebih lanjut (Quantitative Easing) oleh Bank of England untuk topang pemulihan ekonomi Inggris sebagai faktor negatif untuk sterling di awal tahun 2012. “Dengan bertambahnya bukti akan rapuhnya pemulihan ekonomi Inggris dan besarnya exposure atas krisis utang Eropa maka BoE akan segera menambah program pembelian asetnya. Ini tentunya akan memperburuk performa sterling,” ungkap Raghav Subbarao, strategis Barclays Capital. Barclays prediksi BoE akan umumkan pelonggaran moneter lebih lanjut pada pertemuan Februari.

Asia Gelisah Nantikan Lelang Obligasi Italia

 Kegelisahan para pelaku pasar menanti hasil lelang obligasi Italia tercermin dari pergerakan saham yang cenderung mixed di beberapa bursa utama Asia. Lelang obligasi Italia bertenor 10 tahun menjadi fokus seiring sebagian besar pelaku pasar berharap adanya permintaan yang kuat setelah European Central Bank melancarkan operasi likuiditas.

Nikkei merosot 0,3%, tertekan oleh kejatuhan saham eskportir setelah yen  raih level terkuat terhadap euro dalam 10 tahun terakhir. Elpida Memory anjlok 10% akibat laporan produsen chip memori ini kemungkinan akan tunda pengembalian dana publik sebanyak ¥30 milyar.

Kospi tidak banyak berubah; aksi window-dressing berhasil imbangi data ekonomi Korea Selatan yang kurang menggembirakan. Output pabrik Korsel untuk bulan November dirilis lebih lemah dibandingkan ekspektasi; ini soroti kerentanan ekonomi terbesar ke-4 di Asia terhadap berkurangnya permintaan dan ketergantungan ekspor.

Hang Seng melemah 0,7% seiring merebaknya kecemasan atas situasi di Eropa. Alibaba.com naik 0,5% setelah induk perusahaannya, Alibaba Group China, menyewa Duberstein Group sebagai bagian dari rencana untuk mengakuisisi sebagian aset raksasa internet Yahoo. BYD Company turun 0.6% setelah China Securities Regulatory Commission setujui rencana produsen mobil ini untuk terbitkan obligasi 6 miliar yuan di Cina. China Mengniu Dairy anjlok 7,4% setelah hacker menyerang website perusahaan pasca beredarnya laporan pencemaran bahan berbahaya dalam produk susu formula yang diproduksinya.

Wall Street Optimis AS Dapat Arungi Krisis Utang Eropa

Wall Street menguat setelah data perumahan dan manufaktur isyaratkan ekonomi terbesar di dunia ini dapat arungi krisis utang Eropa. Yield obligasi Italia masih berkutat dekat level krusial 7% dan Roma hanya berhasil kumpulkan dana sebanyak €7,02 miliar, lebih rendah dari target €8,5 miliar.

“Ada optimisme terhadap ekonomi AS,” ujar Richard Sichel, petinggi di Philadelphia Trust. “Membaiknya indikator ekonomi dapat isyaratkan perusahaan AS akan pertahankan pertumbuhan laba yang kuat.” Penjualan rumah AS naik 7,3% di bulan November, lebih baik dari perkiraan. Indeks manufaktur Chicago catatkan ekspansi seiring meningkatnya harga produk dan jumlah karyawan. Walaupun klaim pengangguran bertambah namun analis prediksi sektor tenaga kerja akan alami perbaikan.

Sementara itu Amazon.com melemah setelah Goldman Sachs katakan pertumbuhan penjualan retailer online ini dapat lebih rendah dari estimasi. Diamond Foods menguat seiring beredarnya isu meningkatnya investasi David Einhorn di perusahaan tersebut. Mosaic tergelincir setelah produsen pupuk ini umumkan pemangkasan produksi fosfat akibat turunnya harga jual. Sears Holdings lanjutkan kejatuhan setelah S&P utarakan kemungkinan pemangkasan kredit akibat tidak akan banyaknya perubahan performa perusahaan pasca penutupan 100 tokonya; Sears telah kehilangan 1/3 nilai sahamnya dalam tiga sesi terakhir.

AGENDA ON DECEMBER 30th 2011

 

Madrid – Spain’s new Prime Minister Mariano Rajoy expected to announce economic measures.

FACTORS TO WATCH FOR INDICES ON FRIDAY

 

Hong Kong : Monetary Statistic for November; Hong Kong government to release its financial results for November; HKMA to release Hong Kong Exchange Fund Total Assets for November; Guodian Technology & Environment Group Corp. Ltd. trading debut; Noble House (China) Holdings Ltd. trading debut; Huafeng Group Holdings Ltd. final results; Ming Fung Jewellery Group Ltd. final results; Regent Pacific Group Ltd. special interim dividend; Sunway International Holdings Ltd. final results; Warderly International Holdings Ltd. H1 results.

           Fed

0.0–0.25%

ECB

1.00%

BOE

0.50%

BOJ

0.0-0.10%

RBA

4.25%

SNB

0.0–0.25%

BOC

1.00%

RBNZ

2.50%

BI

6.00%

PBOC

6.56%


 Emas Kalah Melawan Krisis Likuiditas

 Emas sentuh level rendah 6 bulan, tertekan oleh penguatan dollar setelah hasil lelang obligasi Italia tegaskan kecemasan penularan krisis utang dan kredit. Italia harus membayar biaya pinjaman hampir 7% ketika menjual obligasi bertenor 10 tahun; ini tentunya cukup mengkhawatirkan bagi Italia yang miliki rasio utang tinggi dan hadapi perlambatan ekonomi. “Hasil lelang surat utang pemerintah Italia mengecewakan,” ujar analis VTB Capital, Andrey Kryuchenkov. “Sentimen masih negatif hingga penutupan tahun.”

Memburuknya krisis utang zona-euro dan meningkatnya kebutuhan likuiditas dalam beberapa bulan terakhir telah mendorong institusi keuangan untuk menjual asetnya, termasuk emas yang dianggap sebagai aset safe-haven atas kesengsaraan ekonomi. “Perbankan alami masalah pendanaan dan ini terlihat dari berbagai indikator termasuk swap euro/dollar. Ada kekurangan likuiditas dan jika perbankan membutuhkan pendanaan maka harus menjual asetnya, termasuk emas,” tutur analis Credit Suisse, Tobias Merath. “Emas kalah melawan krisis likuiditas. Tingginya kebutuhan likuiditas membuat perbankan harus menjual aset untuk dapatkan dana tunai dan hindari kebangkrutan.”

Meski demikian, emas masih berpeluang rebound jika bank sentral kembali suntikan likuiditas atau turunkan suku bunga yang mengurangi keharusan perbankan untuk menjual asetnya.

 Resiko Geopolitik Topang Minyak

 Minyak pulih seiring meningkatnya resiko geopolitik di Timur Tengah yang membuat investor khawatir akan prospek supplai. Teheran telah ancam blokir lalu lintas transportasi di Selat Hormuz -yang sangat krusial bagi produsen minyak Timur Tengah- setelah Uni Eropa dan AS putuskan untuk perketat sanksi terhadap Iran atas program nuklirnya. AS katakan akan menjaga agar pengiriman minyak dari Timur Tengah tetap berjalan normal.

Sebuah kapal induk AS terlihat dekat wilayah latihan militer angkatan laut Iran, menurut Wakil Komandan Angkatan Laut Iran Mahmoud Mousavi. Iran langsungkan latihan militer di Selat Hormuz sejak 24 Desember dan dijadwalkan berakhir pada 4 Januari. Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza, telah utarakan akan blokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz jika negaranya dikenakan larangan ekspor minyak mentah. Sementara itu, juru bicara Angkatan Laut AS, Rebecca Rebarich, katakan AS tidak akan mentolerir gangguan pelayaran di selat tersebut.

Meski demikian, harga minyak sempat melemah setelah data tunjukan naiknya persediaan minyak AS seiring berkurangnya permintaan. Departemen Energi utarakan stok bertambah sebanyak 3,9 juta barel menjadi 327,5 milyar untuk minggu yang berakhir pada 23 Desember. Laporan ini senada dengan publikasi American Petroleum Institute yang utarakan kenaikan pasokan minyak sebanyak 9,57 juta barel pekan lalu.

 

FORECAST SUPPORT AND RESISTANCE ON DECEMBER 30th, 2011                               

RESISTANCE

PIVOT

SUPPORT

TREND

JPY

78.55

78.15

77.90

77.75

77.50

77.30

76.90

Bearish

AUD

1.0315

1.0210

1.0175

1.0110

1.0070

1.0000

0.9900

Bearish

IDR

9300

9200

9140

9100

9040

9000

8900

Bullish

DOW

12480

12325

12270

12175

12120

12025

11875

Sideways

KOSPI

245.40

241.80

240.20

238.30

236.70

234.75

231.20

Bearish

OIL

102.60

101.00

100.40

99.35

98.80

97.70

96.10

Bullish

 

THE HIGHEST AND LOWEST LEVEL 2011

A WEEK

December

YEAR 2011

CURR

HIGH

LOW

RANGE

HIGH

LOW

HIGH

LOW

EUR

1.3083

1.2856

227

1.3548

1.2856

1.4939

1.2856

JPY

78.03

77.54

49

78.22

77.13

85.54

75.55

GBP

1.5690

1.5360

330

1.5773

1.5360

1.6745

1.527

CHF

0.9469

0.9317

152

0.9548

0.9068

0.9785

0.7085

AUD

1.0203

1.0041

162

1.0378

0.9857

1.1011

0.9386

IDR

9180

9050

130

9180

8990

9215

8455

GOLD

1607.25

1523.00

84.25

1762.85

1523.00

1920.85

1308.65

 

CURRENCY MARKET RANGE TRADING ON DECEMBER 29th, 2011                                                  

Currency

Open

High

Low

Close

Range

Change

Previous

EUR

1.2923

1.2964

1.2856

1.2960

108

19

1.2941

JPY

77.92

77.98

77.57

77.64

41

-32

77.96

GBP

1.5436

1.5475

1.5360

1.5415

115

-43

1.5458

CHF

0.9433

0.9469

0.9393

0.9402

76

-24

0.9426

AUD

1.0075

1.0145

1.0041

1.0137

104

43

1.0094

CAD

1.0244

1.0268

1.0200

1.0209

68

-32

1.0241

SGD

1.2976

1.3053

1.2973

1.2998

80

21

1.2977

IDR

9100

9160

9060

9075

100

0

9075

GOLD

1555.10

1561.20

1523.00

1546.60

38.2

-7.2

1553.80

SILVER

27.03

27.85

26.19

27.76

1.66

0.68

27.08

OIL

99.59

99.92

98.30

99.83

1.62

0.24

99.59

CURRENCY CROSSES RANGE TRADING

Currency

Open

High

Low

Close

Range

Change

Previous

EUR / JPY

100.73

100.91

100.03

100.62

88

-26

100.88

EUR / CHF

1.2194

1.2201

1.2164

1.2183

37

-13

1.2196

EUR / GBP

0.8372

0.8422

0.8347

0.8408

75

37

0.8371

CHF / JPY

82.52

82.75

82.04

82.57

71

-14

82.71

AUD / JPY

78.48

78.75

78.13

78.69

62

0

78.69

GBP / CHF

1.4561

1.4598

1.4465

1.4484

133

-79

1.4563

GBP / JPY

120.30

120.54

119.41

119.68

113

-82

120.50

 

GLOBAL MARKET INDICES RANGE TRADING

Currency

Open

High

Low

Close

Range

Change

Previous

ISSIamH2

8375

8400

8330

8395

90

-20

8415

ISSIpmH2

8400

8420

8365

8420

75

25

8395

.N225

8367.71

8404.89

8330.87

8398.89

74.02

-24.73

8423.62

NIYH2

8380

8450

8335

8450

115

80

8370

KSH2

238.10

239.90

236.35

238.60

18590

0.30

238.30

HSIZ1

18273

18373

18244

18365

129

-75

18440

HSIF2

18230

18387

18222

18311

165

-118

18429

.HSI

18329.61

18409.12

18293.81

18397.92

115.31

-120.75

18518.67

.JKSE

3769.124

3813.091

3736.227

3808.772

111.883

39.558

3769.214

DJZ1

12080

12229

12078

12217

151

136

12081

.DJI

12152.09

12293.96

12152.09

12287.04

141.87

135.63

12151.41

NQZ1

2262.25

2282.00

2258.25

2277.25

23.75

17.75

2259.50

.IXIC

2596.33

2614.87

2593.04

2613.74

21.83

23.76

2589.98

ESZ1

1244.00

1258.50

1243.75

1257.50

14.75

13

1244.50

USD

80.590

80.854

80.351

80.365

0.503

-0.222

80.587

Date

WIB

Loc

Economic Data

Period

Impact

Actual

Forecast

Val

Last

 

 

Thursday

Dec, 29th

06.00

KR

Industrial Output Growth

Nov

Low

-0.4

0.6

%

-0.7

15.30

HK

Imports

Nov

Low

8.8

N/F

%

10.9

HK

Exports

Nov

Low

2.0

N/F

%

11.5

16.00

EU

Money-M3 annual growth

Nov

Med

2.0

2.5

%

2.6

EU

Private Loans y/y

Nov

Low

1.7

2.6

%

2.7

DE

Prelim CPI m/m

Dec

Med

0.7

0.8

%

0.0

20.30

US

Initial Jobless Claims

w/e

High

381

375

K

366

US

Jobless Claims 4-week average

w/e

Low

375.0

N/F

K

380.75

US

Continued Jobless Claims

w/e

Low

3.601

3.555

Mln

3.567

21.45

US

Chicago PMI

Dec

Med

62.5

61.0

Ind

62.6

22.00

US

Pending Home Sales m/m

Nov

High

7.3

2.0

%

10.4

23.00

US

KC Fed Manufacturing

Dec

Low

-8

N/F

%

0

23.00

US

Crude Oil Inventories

w/e

Med

3.9

-2.9

Mln

-10.6

 

Friday

Dec, 30th

06.00

KR

CPI Growth Final m/m

Dec

Low

0.3

%

0.1

06.15

JP

Manufacturing PMI

Dec

Low

N/F

Ind

49.1

07.30

AU

Private Sector Credit m/m

Dec

Med

0.3

%

0.2

09.30

CN

HSBC Final Manufacturing PMI

Dec

Med

N/F

Ind

49.0

14.00

GB

Nationwide HPI m/m

Dec

Med

0.1

%

0.4

GB

Nationwide HPI y/y

Dec

Low

1.5

%

1.6

16.30

GB

Housing Equity Withdrawal q/q

Q3

Low

-7.3

Bln

-9.1

20.30

US

ISM-New York Index

Dec

Med

N/F

Ind

533.5

22.30

US

ECRI weekly Index

w/e

Low

N/F

Ind

121.3

Monday

Jan, 2nd

CN

Manufacturing PMI

Dec

High

N/F

Ind

49.0

16.00

EU

Final Manufacturing PMI

Dec

Low

N/F

Ind

46.9

 

 

Tuesday

Jan, 3rd

15.30

CH

SVME PMI

Dec

Med

N/F

Ind

44.8

15.55

DE

Unemployment Change

Dec

Med

N/F

K

-20

16.30

GB

Manufacturing PMI

Dec

High

N/F

Ind

47.6

22.00

US

ISM Manufacturing PMI

Dec

High

N/F

Ind

52.7

US

ISM Manufacturing Prices

Dec

Low

N/F

Ind

45.0

US

Construction Spending m/m

Dec

Low

N/F

%

0.8

 

 

Wednesday

Jan, 4th

16.00

EU

Final Services PMI

Dec

Low

N/F

Ind

48.3

16.30

GB

Construction PMI

Dec

High

N/F

Ind

52.3

GB

Net Lending to Individuals m/m

Dec

Med

Nov

Bln

1.3

17.00

EU

CPI Flash Estimate y/y

Dec

Med

N/F

%

3.0

22.00

US

Factory Orders m/m

Dec

Med

N/F

%

-0.4

US

Total Vehicle Sales

Dec

Med

N/F

Mln

13.6

 

 

 

Thursday

Jan, 5th

06.50

JP

Monetary Base y/y

Dec

Low

N/F

%

19.5

07.30

AU

Trade Balance

Nov

High

N/F

Bln

1.60

16.30

GB

Services PMI

Dec

High

N/F

Ind

52.1

17.00

EU

Industrial New Orders m/m

Nov

Med

N/F

%

-6.2

19.30

US

Challanger Job Cuts y/y

Dec

Low

N/F

%

-12.8

US

ADP Non-Farm Employ Change

Dec

High

N/F

K

206

20.30

US

Unemployment Claims

w/e

High

N/F

K

381

22.00

US

ISM Non-Manufacturing PMI

Dec

High

N/F

Ind

52.0

Friday

Jan, 6th

15.15

CH

CPI m/m

Dec

High

N/F

%

-0.2

17.00

EU

Retail Sales m/m

Nov

Med

N/F

%

0.3

EU

Unemployment Rate

Nov

Med

N/F

%

10.3

KEY INDICATORS

DEFINITION

Private Sector Credit

Change in the total value of new credit issued to consumers and business.

(Actual > Forecast = Good for currency)

Nationwide HPI

Change in the selling price of homes with mortgages backed by Nationwide.

 (Actual > Forecast = Good for currency)

Iklan