Market Review :Euro Awali 2012 Dengan Gemilang

Ringkasan
•    Euro awali 2012 dengan gemilang.
•    Data manufaktur dongkrak kinerja sterling.
•    Apresiasi aussie berlanjut seiring rally saham global.
•    Sektor manufaktur AS berakselarasi; konstruksi mulai pulih

Disadur dari rekan edukasi dan riset PT. MIFX
Euro Awali 2012 Dengan Gemilang

Euro mengawali perdagangan tahun 2012 dengan gemilang menyusul beberapa data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan mengangkat sentimen resiko dan memicu short-covering, meskipun tingginya tingkat hutang dan lemahnya pertumbuhan di kawasan Euro masih tetap menyisakan kekhawatiran di kalangan investor. Sentimen terhadap aset beresiko terlihat mulai mewarnai seluruh bursa setelah data sektor manufaktur dan jasa China dirilis di atas ekspektasi pasar, ditambah data ketenagakerjaan Jerman yang memperlihatkan pemulihan moderat di bulan Desember. Sejumlah trader mengatakan jika tingginya permintaan dari bank-bank AS dan Inggris juga turut memberikan kontribusi terhadap pemulihan Euro dari posisi terendah 11-tahun versus Yen.


“Perbaikan fundamental kawasan ini harus berkelanjutan untuk dapat mendukung rebound Euro yang berkepanjangan,” kata Valentin Marinov, analis mata uang Citi. “Kekhawatiran terhadap Spanyol dan Italia serta resiko yang mengancam Yunani cenderung lebih dominan dibandingkan data positif Jerman, sehingga prospek Euro maish terlihat suram.” Kecemasan terbesar investor saat ini datang dari Italia, yang memiliki kewajiban untuk membayar sekitar €100 milyar hutang-hutangnya yang akan jatuh tempo dalam 4 bulan pertama 2012, dengan yield obligasi 10-tahun bertengger sedikit di bawah level kritis 7%.

Data Manufaktur Dongkrak Kinerja Sterling

Poundsterling diperdagangkan menguat terhadap Dollar AS pada hari Selasa pasca rilis hasil sebuah survey menunjukkan berkurangnya kontraksi sektor manufaktur Inggris pada bulan Desember.
Kendati demikian, sejumlah analis berpendapat bahwa hasil survey tersebut masih belum mampu mengubah pandangan secara keseluruhan terhadap ekonomi Inggris yang beresiko tergelincir ke jurang resesi. Sepanjang kuartal ke-4 tahun 2011, sektor manufaktur Inggris harus mencatat mencatat kinerja terburuk sejak kuartal ke-2 tahun 2009. Beberapa analis lainnya juga masih skeptis terhadap keberlanjutan status safe haven alternatif yang disandang Cable, mengingat tetap tingginya beban hutang Inggris meskipun pemerintah telah menerapkan langkah-langkah penghematan ekstra ketat.

Apresiasi Aussie Berlanjut Seiring Rally Saham Global

Apresiasi Dollar Australia berlanjut hingga ke level terkuat dalam lebih dari 4-minggu pada hari Selasa seiring rally saham global mendorong permintaan untuk aset berimbal hasil lebih tinggi. Sebuah laporan yang menunjukkan terjadinya pertumbuhan pada industri jasa China di bulan Desember juga turut mengangkat kinerja mata uang yang sering disebut Aussie ini. Berdasarkan data yang dirilis Biro Statistik National bersama Federasi Logistik dan Pembelian pada hari Selasa, PMI non-manufaktur China meningkat menjadi 56 bulan lalu dari 49,7 bulan sebelumnya. China merupakan pasar ekspor terbesar Australia.
“Ada sedikit optimisme dan risk appetite di awal tahun baru ini,” kata Thomas Averill, direktur manajer pada Rochford Capital di Sidney. “Dukungan bagi mata uang Australia nampaknya masih akan cukup baik setidaknya hingga 1 atau 2 minggu ke depan.”

 Asia Optimis Ekonomi Regional Dapat Arungi Krisis Eropa

Bursa saham Asia menguat setelah data manufaktur Australia, Cina, dan India menambah optimisme bahwa ekonomi regional dapat arungi krisis utang Eropa. “Membaiknya indikator ekonomi di beberapa negara besar di Asia berikan harapan di awal tahun 2012,” ujar Pauline Dan, kepala investasi Samsung Asset Management. “Meski demikian, rally masih terbatas karena investor akan terus memantau situasi di Eropa.”
Kospi naik 2,7% seiring redanya kecemasan di Semenanjung Korea setelah Presiden Korea Selatan, Lee Myung Bak, utarakan kemungkinan era baru hubungan jika Korea Utara tulus menghapus program nuklirnya; Kim Jung Un kini adalah kepala negara Korea Utara pasca kematian ayahnya Kim Jong Il.
Saham pertambangan rally akibat berlanjutnya kenaikan harga minyak seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dan Barat yang dapat mengancam jalur pasokan minyak di Timur Tengah. Samsung Electronics cetak rekor setelah umumkan rencana untuk kembali memasuki pasar televisi Jepang pada tahun 2013.
Hang Seng raih level tinggi tiga minggu, ditopang penguatan saham perusahaan minyak dan harapan Beijing akan ambil tindakan untuk gairahkan aktivitas ekonomi Cina. Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi (NDRC) utarakan rencana yang mungkinkan harga minyak domestik ikuti harga minyak internasional. China National Radio laporkan pemerintah akan berikan insentif untuk tingkatkan belanja konsumen; kebijakan mungkin dirilis minggu depan, mengutip Shen Danyang, juru bicara Kementerian Perdagangan Cina.

Awal Yang Baik Bagi Wall Street Di Tahun 2012

Bursa saham AS terlepas dari level tinggi menjelang penutupan, namun masih mengakhiri hari pertama perdagangan di tahun 2012 dengan kenaikan tajam, seiring investor di Wall Street menyambut baik sejumlah laporan ekonomi global yang baik. Dow ditutup naik tajam setelah sempat menyentuh level tinggi 5 bulan sebelumnya. S&P 500 dan Nasdaq juga ditutup naik. “Pasar sedang merasa euphoria dan fokus terhadap data positif dari Asia dan Eropa,” ucap Kenny Polcari, direktur manajer ICAP Equities. “Menurutku euphoria akan terus bertahan hingga 9 Januari nanti ketika Sarkozy dan Merkel bertemu… dan mencegah perpecahan di Eropa, mungkin kita dapat melihat adanya sedikit rally.”
Kecemasan mengenai krissi hutang Eropa, yang mendikte pergerakan besar-besaran pada psar tahun lalu diperkirakan akan berlanjut. Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris David Cameron memperingatkan adanya tahun yang sulit pada pesar Tahun Baru kepada negarnaya masing-masing. “Volume perdagangan tidak memberikan petunjuk hari ini,” ucap Joe Saluzzi, wakil manajer Themis Trading. “Saya memperkirakan adanya pergerakan signifikan ke atas dan ke bawah… pasar akan kembali frustasi dan akan ada hari dimana bursa saham mengalami gap naik dan turun sebanyak 200 poin.” Federal Reserve mengumumkan bahwa Fed akan mengeluarkan perkiraan suku bunga oleh pejabatnya pada bulan ini dan kapan perkiraan kenaikan suku bunga pertama kali akan terjadi. Menurut minutes dari Fed, sejumlah pejabat percaya bahwa kondisi ekonomi dapat “cukup” menjadi pelonggaran kebijakan moneter lanjutan, dan kerangka kerja komunikasi yang lebih bagus dapat membuat pergantian kebijakan lebih efektif.

AGENDA ON JANUARY 04th 2012

Tokyo – Japanese Prime Minister Yoshihiko Noda to give New Year’s address (time not available).

FACTORS TO WATCH FOR INDICES ON WEDNESDAY

Hong Kong : Press conference from Mascotte Holdings (0800 WIB), Shun Cheong Holdings (0900 WIB), Zhejiang
Yonglong Enterprises (0900 WIB); PwC news briefing on “IPO market year-end review for 2011 and
outlook for 2012” (1100 WIB); JP Morgan Asset Management news conference – 2012 market
outlook for Greater China (1400 WIB).

 Sektor Manufaktur AS Berakselarasi Konstruksi Mulai Pulih

Laju pertumbuhan sektor manufaktur AS bertambah cepat di bulan Desember, bulan terbaik setelah Juni, menurut laporan pada hari Selasa. Laporan terpisah menunjukkan bahwa tingkat belanja naik di bulan November. Indeks aktivitas pabrik nasional oleh ISM naik menjadi 53.9 dari 52.7 pada bulan sebelumnya. Data ini mengalahkan ekspektasi ekonom sebesar 53.2.
Tingkat pesanan baru, yang merupakan indikator utama aktivitas sektor manufaktur yang akan datang, naik menjadi 57.6 dari 56.7. Komponen karyawan juga naik menjadi 55.1 dari 51.8. Belanja konstruksi ikut meningkat di bulan November seiring pihak pembangun menambah jumlah pembangunan rumah, apartemen, dan proyek renovasi. Departemen Perdagangan mengatakan tingkat belanja proyek konstruksi naik 1.2% di bulan November menyusul revisi penurunan sebesar 0.2% di bulan Oktober. Ini merupakan kenaikan ketiga dari 4 bulan terakhir dan kenaikan terbesar sejak naik 2.2% di bulan Agustus.

Apresiasi Euro Lambungkan Emas

Emas naik hampir sebesar 2% pada hari Selasa, dipicu oleh pulihnya euro terhadap dollar, setelah harga emas mendekati level rendah 6 bulan pekan lalu akibat aksi jual jelang akhir tahun. Meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS yang menimbulkan potensi gangguan pada suplai minyak melejitkan harga minyak mentah namun tidak banyak memicu aksi beli safe haven pada emas, yang masih mengikuti pergerakan euro.
“Selain event di zona Eropa, menurutku cukup penting untuk melihat apa yang terjadi pada situasi di Iran dalam beberapa hari ke depan,” ucap Tom Kendall analis Credit Suisse. “Jika situasi di sana memburuk dan ada resiko yang signifikan adanya gangguan suplai minyak dari Iran, kita mungkin akan melihat adanya pergerakan signifikan pada harga minyak begitu juga dengan emas,” ucapnya, sembari menambahkan kenaikan tajam pada harga energi dapat memicu kecemasan mengenai inflasi diantara pada investor, dan menguntungkan emas. “Level kunci untuk emas adalah sekitar $1,600, dan di atas level tersebut resisten selanjutnya adalah level support yang dulu telah ditembus, yang mana merupakan MA-200 hari pada $1,630,” ucap Kendall.

Kecemasan di Timur Tengah  Lejitkan Harga Minyak

Harga minyak naik ke atas $102 per barel pada hari Selasa seiring ketegangan antara Iran dan AS memicu kecemasan potensi gangguan pada suplai minyak dari Timur Tengah dan seiring data Cina dan AS yang menunjukkan meningkatnya aktivitas ekonomi.
Latihan militer di bagian Teluk Iran dan pergerakan kapal selam angkatan laut AS di area tersebut meningkatkan kecemasan konfrontasi antara Teheran dan Washington dapat memangkas tingkat ekspor minyak dari kawasan tersebut. Iran mungkin akan menutup Selat Hormuz, yang merupakan jalur pengiriman 40% minyak dunia, jika sanksi diberlakukan pada ekspor minyak mentah. Kantor Berita Iran, IRNA pada hari Selasa mengutip bahwa pasukan Ataollah Salehi mengatakan Iran akan mengambil tindakan jika pesawat AS kembali ke Teluk.