Morgan Stanley: Fed mungkin harus kembali melonggarkan kebijakan

Ringkasan
•    Euro cemaskan pendanaan sektor perbankan.
•    Data PMI gagal dongkrak kinerja sterling.
•    Data perdagangan mengecewakan aussie.
•    Morgan Stanley: Fed mungkin harus kembali melonggarkan kebijakan.

Disadur dari rekan edukasi dan riset PT.MIFX

Euro Cemaskan Pendanaan Sektor Perbankan

Euro terperosok hingga ke level terendah 15-bulan versus Dollar AS dan level terendah 11-tahun versus Yen pada hari Kamis seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap pendanaan sektor perbankan zona Euro mendorong para investor untuk menjual mata uang tunggal ini. Hedge fund dan lembaga keuangan juga menjauhi Euro pasca lelang obligasi jangka panjang pemerintah Perancis berakhir dengan permintaan kurang mengesankan. Perancis mampu menjual hampir €8 milyar surat hutang bertenor 10 dan 30-tahun dengan yield yang naik pada hari Kamis. Namun beberapa analis menilai jika lelang obligasi pemerintah Italia dan Spanyol pekan depan akan menjadi ujian sebenarnya terhadap kemampuan pendanaan negara-negara zona Euro di tahun 2012, yang berpotensi menempatkan Euro di bawah tekanan yang lebih kuat. “Respon pasar tidak berbeda dengan hari sebelumnya ketika lelang obligasi Jerman, mereka hanya mencari alasan untuk menjual Euro/Dollar, setelah sempat bangkit di hari pertama perdagangan tahun ini,” kata Adam Myers, analis mata uang pada Credit Agricole CIB.

Data PMI Gagal Dongkrak Kinerja Sterling

Ketidakpastian prospek ekonomi Inggris telah menyeret Poundsterling turun hampir 1% terhadap Greenback yang menguat secara luas pasca data sektor pekerjaan AS yang solid. Berlanjutnya kekhawatiran krisis zona Euro juga mengikis minat investor terhadap mata uang beresiko seperti Sterling, meskipun rilis sebuah data menunjukkan kebangkitan aktivitas sektor jasa Inggris.
PMI sektor jasa Inggris bulan Desember di luar dugaan meningkat ke level tertinggi sejak bulan Juli menjadi 54,0. Data tersebut setidaknya akan semakin memperkokoh pandangan bahwa perekonomian Inggris masih cenderung lebih baik dibandingkan zona Euro, yang akan membuat Sterling menjadi lebih menarik untuk dikoleksi dibandingkan Euro. “Data PMI manufaktur, jasa dan konstruksi Inggris berhasil memperlihatkan kejutan yang positif, sehingga menghadirkan secercah harapan akan terjadinya perbaikan dalam perekonomian Inggris,” kata James Knightley, ekonom ING. Pound berpotensi menuai dukungan jika data ekonomi Inggris terus menunjukkan perbaikan, mengingat hal tersebut akan mengurangi peluang bagi Bank of England untuk menambah program pelonggaran kuantitatifnya.

Data Perdagangan Mengecewakan Aussie

Pelemahan Dollar Australia versus mata uang AS berlanjut untuk hari ke-2 berturut-turut pasca rilis sebuah data menunjukkan berkurangnya surplus perdagangan Australia seiring melambatnya ekspor bahan tambang di bulan November. Penurunan lebih dari 1% mata uang yang sering disebut Aussie terhadap Greenback juga dipicu oleh aksi hindar resiko para pelaku pasar menyusul hasil kurang mengesankan lelang obligasi jangka panjang Perancis, yang menempatkan rating kredit ‘AAA’ negara tersebut di bawah ancaman downgrade.
“Kecemasan Eropa mengalahkan data ekonomi AS yang positif,” kata Boris Schlossberg, direktur riset pada GFT Forex di New York. “Pasar sangat mengkhawatirkan krisis hutang negara-negara zona Euro dan juga masalah pendanaan sektor perbankan. Dan itu telah memukul sentimen pasar.”

Asia Cemas Krisis Eropa Memburuk

Bursa saham Asia melemah akibat merebaknya kekhawatiran akan kemampuan pemerintah zona-euro untuk biayai kembali utang publik-nya. Sentimen juga memburuk setelah UniCredit SpA, bank terbesar di Italia, umumkan rencana penjualan saham baru senilai €7,5 miliar dan Perdana Menteri Lucas Papademos katakan Yunani beresiko alami default tak teratur.
Nikkei turun 0,8%, tertekan oleh kecemasan memburuknya krisis Eropa yang dapat menjaga pelemahan euro sehingga gerogoti outlook pendapatan eksportir Jepang di Eropa. Produsen baja terpukul setelah Toyota Motor negosiasi untuk turunkan harga baja yang dibelinya dari Nippon Steel dan rekan-nya. Elpida Memory anjlok 7,4% akibat beredarnya berita perusahaan mencari bantuan keuangan senilai $500 juta untuk tetap bertahan di tengah ketatnya iklim persaingan dan turunnya harga produk.
Kospi tidak banyak berubah; namun investor terlihat waspadai seiring kembalinya kecemasan atas krisis utang zona-euro. Hana Financial jatuh 3,2% akibat kekhawatiran besarnya exsposure perbankan terhadap utang zona-euro.
Hang Seng naik 0,46%, ditopang oleh penguatan saham pertambangan seiring naiknya harga komoditas global. Meski demikian, rendahnya volume perdagangan dan rally saham berlabel defensif isyaratkan investor waspada hadapi krisis zona-euro.

Wall Street Berkonsolidasi Menjelang Data Tenaga Kerja

Bursa saham AS pulih dari penurunan pada awal sesi untuk ditutup sedikit mix pada hari Kamis, dengan S&P menambah sedikit gain pada rally awal tahun, menjelang laporan tenaga kerja penting dari pemerintah. Bursa saham tertekan pada awal sesi akibat kecemasan mengenai krisis hutang Eropa dan penurunan euro ke level terendah sejak September 2010. Dow Jones Industrial Average ditutup sedikit turun, setelah sempat turun lebih dari 130 poin pada level rendah sesi. S&P 500 dan Nasdaq beranjak naik. Saham sektor keuangan memimpin kenaikan di S&P, sementara saham sektor energi anjlok.
“Laju menuju pemulihan di Eropa terus terhambat dan jika ada efek domino dari hal tersebut, kepercayaan investor dan konsumen di AS akan anjlok,” ucap Mike Schenk, wakil presiden Economics di CUNA. Lelang obligasi Perancis cukup menarik minat investor, namun yield beranjak naik, menandakan kecemasan bahwa Perancis mungkin akan kehilangan peringkat hutang AAA miliknya. Ini menyusul lelang obligasi Jerman yang kurang sukses pada hari Rabu, dengan tingkat permintaan yang hanya sedikit bertambah dari level rendah tahun lalu. Sementara itu, Hongari meminta IMF untuk membantu pasar keuangannya seiring kejatuhan mata uang dan obligasinya akibat kebijakan pemerintah yang banyak menuai kritik.

AGENDA ON JANUARY 06th 2012
Iselin        – Federal Reserve Bank of New York President William Dudley to give speech at New Jersey Bankers
Association Economic Forum – 2100 WIB
Hartford    – Federal Reserve Bank of Boston President Eric Rosengren speaks before the Economic Summit and
Outlook 2012 hosted by the Connecticut Business & Industry Association (CBIA) and the Metro
Hartford Alliance – 2220 WIB
Chicago     – American Economic Association annual meeting (to Jan. 8).
Richmond  – Federal Reserve Board Governor Elizabeth Duke speaks on “Economic and Housing Market
Developments” before the Virginia Bankers Association 2012 Financial Forecast – Saturday/0040 WIB
Baltimore   – Federal Reserve Board Governor Sarah Bloom Raskin speaks on “Community Banking Supervision”
before the Maryland Bankers Association First Friday Economic Outlook Forum – Saturday/0100 WIB

FACTORS TO WATCH FOR INDICES ON FRIDAY
Tokyo         : Cabinet meeting followed by news conference by Finance Minister Jun Azumi (time not available);
Earning results from FamilyMart (1130 WIB), Seven & I Holdings (1300 WIB), Aeon Co (1300 WIB)
Hong Kong  : Press conference from China Gogreen Assets Investment (0800 WIB), Bank of China (0830 WIB),
Pacific Textiles Holdings Ltd (0900 WIB), Richly Field China Development Ltd (0930 WIB),
Wah Nam International Holdings (1000 WIB), Little Sheep Group (1430 WIB)

Fed
0.0–0.25%    ECB

Morgan Stanley: Fed Mungkin Harus Kembali Melonggarkan Kebijakan

Morgan Stanley memprediksikan bahwa perekonomian akan melambat secara dramatis pada awal tahun 2012, yang menurutnya akan memicu program pembelian aset tambahan dari Fed. Perekonomian telah membaik belakangan ini, ucap Morgan Stanley, karena harga energi telah turun dan dunia mulai pulih dari efek negatif bencana nuklir dan tsunami di Jepang. Seiring pemulihan ini mulai pudar, pertumbuhan akan melambat hingga sekitar 2%, menurut kepala ekonom Morgan Stanley.
Bagaimanpaun uga, Fed tidak akan terburu-buru dalam mengambil tindakan mengingat adanya tentangan dari pihak internal. Kita akan melihat adanya pertentangan di dalam Fed, hingga semua sepakat atas ide bahwa Fed membutuhkan quantitative easing tambahan di antara bulan Maret dan Juni tahun 2012. Seperti yang dikatan Business Insider, ini merupakan prediksi yang “sangat spesifik.”

Emas Cetak Rally Terpanjang  Dalam 10 Pekan

Harga emas mengalami kenaikan, mencetak rally terpanjang dalam 10 pekan, setelah Menteri Pertahanan Inggris Philip Hammond mengatakan bahwa Inggris mungkin akan melakukasn aksi militer jika Iran menjalankan ancamannya untuk menutup Selat Hormuz. Usaha apapun oleh Iran untuk menutup jalur lautnya sebagai retaliasi terhadap sanksi larangan ekspor akan dinliai “illegal dan sia-sia,” serta Royal Navy akan melakukan aksi militer untuk menjaga jalur pengapalan tetap dibukan, ucap Hammond di Washington.
“Iran perlahan menjadi kecemasan besar, dan investor cemas atas apa yang akan terjadi selanjutnya,” ucap Michael Smith, presiden T&K Futures and Options di Port St. Lucie, Florida. “Emas naik akibat adanya kecemasan.” Sebelumnya harga emas sempat turun sebanyak 0.9% seiring rally pada dollar mengikis minat emas sebagai investasi alternatif. Dennis Gartman, ekonom dan editor the Suffolk, Gartman Letter di Virginia, menilis bahwa ia menjadi “sangat bullish” pada emas setelah harga anjlok sebesar 3.4% pada kuartal keempat lalu.

Penambahan Suplai Bebani Harga Minyak

Harga minyak turun untuk pertaham kalinya dalam 3 hari pada sesi New York, menghapus gain pada 40 menit trakhir perdagangan. Sebelumnya minyak sempat terangkat oleh kecemasan gangguan suplai akibat meningkatnya ketegangan antara blok Barat dengan Iran, namun kemudian menghapus gainnya setelah data menunjukkan kenaikan di luar dugaan pada suplai minyak mentah AS. Suplai minyak mentah naik sebanyak 2.21 jua barel menjadi 329.7 juta, menurut Dep.Energi. Suplai minyak di Cushing, Oklahoma turun menjadi 2.93 juta barel, level rendah 2 tahun. “Pasar fokus apa yang sedang terjadi di Timur Tengah dan lainnya, serta mungkin akan mencoba keluar,” ucap Richard Ilczyszyn, kepala strategis pasar dan penemu iitrader.com di Chicago. Setelah pemimpin Uni Eropa sepakat untuk menghentikan pembelian minyak mentah Iran guna menekan Iran agar menghentikan program nuklirnya, Iran kini menghadapi potensi pemangkasan penjualan minyaknya ke Cina dan Jepang yang akan kian mengancam perekonomiannya.