Market Review : Emas Melemah, Tertekan oleh Penguatan Dollar.

Ringkasan

  • Lonjakan neraca ECB kagetkan Euro.
  • Wall Street turun seiring investor antisipasi awal yang sulit di 2012.
  • Emas melemah, tertekan oleh penguatan dollar.
  • Krisis utang Eropa hentikan rally minyak.

(disadur dari rekan edukasi dan riset PT.MIF)

Lonjakan Neraca ECB Kagetkan Euro

 Euro anjlok ke level terendah sejak 2001 terhadap yen akibat lonjakan neraca Bank Sentral Eropa (ECB) meski bank sentral salurkan lebih banyak pinjaman bagi perbankan Eropa demi menjamin tersalurnya aliran kredit. Euro juga terpuruk terhadap dollar hingga catatkan level terlemah dalam 11 bulan terakhir seiring investor tetap cemaskan potensi penyebaran krisis utang zona-euro walaupun yield obligasi Italia mulai mereda.

“Situasi masih jauh dari positif; investor masih antisipasi berlanjutnya pelemahan euro,” ujar David Mann, pimpinan riset di Standard Chartered. “Keadaan juga diperburuk oleh lonjakan neraca ECB yang tunjukan perbankan Eropa masih enggan berikan pinjaman ke institusi keuangan lainnya.”

Neraca ECB melejit hingga €2,73 triliun walaupun minggu lalu bank sentral telah salurkan pinjaman sebanyak €489 miliar kepada 523 perbankan Eropa demi mendorong pinjaman. Italia cukup sukses ketika melelang surat utang bertenor 6 bulan; dengan yield mencapai 3,251%, jauh lebih rendah dari lelang sebelumnya 6,504%. Italia akan kembali coba menjual obligasi bertenor 3 dan 10 tahun pada hari Kamis.

 

Sterling Dihantam Aksi Jual

Poundsterling anjlok ke level rendah 1 minggu terhadap dollar AS akibat maraknya aksi jual di tengah tipisnya volume perdagangan akhir tahun. Kondisi pasar yang tidak begitu likuid telah memicu pergerakan yang berlebihan dan pembelian dollar akhir bulan oleh perusahaan AS juga turut menekan sterling, menurut beberapa trader yang diwawancarai Reuters. “Aksi jual menjadi pemicu utama kejatuhan sterling. Dengan kondisi pasar yang tidak likuid menjelang penutupan tahun maka pergerakan sterling lebih berfluktuasi dari biasanya,” tutur Alex Lawson, dealer Moneycorp.

Sterling juga masih berpotensi lanjutkan pelemahan seiring meningkatnya kekhawatiran atas rapuhnya perekonomian Inggris yang dapat memaksa Bank of England untuk longgarkan kebijakan moneternya lebih lanjut pada pertemuan Februari. Data terakhir tunjukan penurunan output sektor jasa tercepat sejak April; ini tentunya memicu kekhawatiran bahwa ekonomi mungkin sudah memasuki resesi.

Data KOF Kecewakan Franc

Franc melemah terhadap dollar AS setelah data tunjukkan indikator ekonomi Swiss merosot ke level terendah dalam 2 tahun terakhir; ini tentunya tegaskan ancaman perlambatan ekonomi. Laporan lembaga ekonomi KOF perlihatkan indikator bulanan, yang digunakan untuk memprediksi prospek ekonomi Swiss dalam 6 bulan ke depan, jatuh ke level 0,01; lebih buruk dari prediksi 0,25 dan publikasi sebelumnya 0,34.

“Laju pertumbuhan ekonomi kemungkinan akan stagnan selama beberapa bulan pertama 2012,” tulis pernyataan KOF. Berlarutnya krisis utang Eropa dan apresiasi Franc telah lukai ekspor Swiss, mesin utama perekonomian. Pada 13 Desember lalu pemerintah Swiss juga telah menurunkan proyeksi pertumbuhan untuk tahun 2012 menjadi 0,5%; lebih rendah dari estimasi sebelumnya 0,9%. Sementara itu, Swiss National Bank juga terus berupaya membendung penguatan Franc, yang sejak musim panas lalu dinilai telah bebani aktivitas perekonomian.

 Asia Lanjutkan Pelemahan

 Bursa saham Asia lanjutkan pelemahan setelah turunnya harga rumah AS tegaskan belum pulihnya sektor perumahan yang tentunya dapat kurangi tenaga pemulihan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Nikkei melemah 0,2% setelah data tunjukan output pabrik turun 2,6% untuk bulan November akibat banjir di Thailand yang mengganggu rantai pasokan bagi perusahaan Jepang seperti Sony dan Honda Motor. Volume perdagangan juga tipis menjelang penutupan tahun 2011; hanya 43% dari rerata volume perdagangan dalam 100 hari terakhir. “Perkembangan terakhir di AS tunjukan masih rapuhnya pemulihan. Sektor perumahan belum berikan sinyal perbaikan meski konsumen AS mulai optimis,” ujar Hisakazu Amano, manajer di T&D Asset Manajemen. Tokyo Electric Power terpuruk setelah Menteri Perdagangan Jepang mendesak perusahaan untuk pertimbangkan tawaran pengambil-alihan sementara oleh pemerintah.

Aksi profit-taking warnai bursa Korea sehingga berhasil menekan indeks KOSPI merosot 0,9%. Kinerja terburuk diperlihatkan oleh raksasa telekomunikasi SK Telecom, yang sahamnya harus anjlok hingga 6,29%, diikuti oleh saham KT Corp. yang kehilangan 4,78%.

Sementara itu, indeks Hang Seng yang baru dibuka kembali setelah menjalani liburan Natal juga tidak mampu lepaskan diri dari tekanan negatif yang terlihat di sebagian besar bursa Asia, dan harus menutup perdagangan dengan turun 0,6%. Beredarnya isu akan rencana Beijing untuk batasi kenaikan harga batubara di tahun 2012 berhasil gerogoti saham perusahaan batu bara. China Mengniu Dairy anjlok 24% akibat laporan tingkat bahan berbahaya pada produk susu perusahaan mencapai 2x lipat dari standar nasional.

 

Suramnya 2012 Bebani Wall Street

Wall Street terpukul seiring investor antisipasi awal yang sulit di 2012. Setelah reli 5% pekan lalu, S&P 500 kembali diperdagangkan di bawah Moving Average 200-hari; indikasi  berlanjutnya pelemahan. Investor cukup suram memasuki tahun 2012 dengan antisipasi memburuknya krisis utang Eropa, perlambatan Asia, dan dampak dari resesi Eropa bagi pemulihan AS. “Menatap tahun 2012 ada kekhawatiran lebih lanjut akan risiko yang berkembang belakangan ini,” tutur Peter Kenny, manajer di Knight Capital.

Sektor yang catatkan kenaikan terbesar dalam lima hari terakhir, seperti pertambangan dan energi, memimpin kejatuhan seiring anjloknya harga komoditas global. Berkurangnya yield obligasi Italia juga gagal ceriakan investor seiring pasar nantikan lelang surat utang Italia bertenor 10 tahun pada hari Kamis. Korelasi Wall Street dengan pasar Eropa cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir seiring zona-euro berjuang atasi krisis utang. Meskipun keprihatinan agak mereda baru-baru ini, kecemasan kembali muncul dan ini terlihat dari lemahnya bursa saham. “Situasi di Eropa masih menjadi salah satu faktor utama penggerak bursa,” kata Roger Volz, direktur BGC Financial.

Sentimen memburuk setelah neraca ECB melambung ke rekor €2,73 triliun; ini sinyal perbankan Eropa masih terlalu takut untuk berikan pinjaman kepada institusi keuangan lainnya. ECB minggu lalu berikan pinjaman lunak kepada 523 bank Eropa senilai €489 miliar. ”Jika perbankan Eropa masih takut untuk salurkan kredit maka ini bukan pertanda baik bagi pertumbuhan ekonomi di masa depan,” ungkap Brian Jacobsen, strategis Wells Fargo Advantage Funds. “Jika neraca ECB tetap tinggi maka ini dapat sinyalkan kontraksi kredit di Eropa.”

AGENDA ON DECEMBER 29th 2011

 NO AGENDA AVAILABLE TODAY

 

FACTORS TO WATCH FOR INDICES ON THURSDAY

Hong Kong : China Green (Holdings) Ltd. H1 results; Pou Sheng International (Holdings) Ltd. final results; Simsen International Corporation Ltd. H1 results; Yue Yuen Industrial (Holdings) Ltd. final results.

           Fed

0.0–0.25%

ECB

1.00%

BOE

0.50%

BOJ

0.0-0.10%

RBA

4.25%

SNB

0.0–0.25%

BOC

1.00%

RBNZ

2.50%

BI

6.00%

PBOC

6.56%

Dollar Lemahkan Emas

 Emas anjlok, tertekan oleh penguatan dollar seiring suramnya outlook teknikal di tengah kejatuhan bursa saham dan harga komoditas dunia. Emas lanjutkan pelemahan seiring bursa saham AS menghapus penguatannya untuk tahun ini akibat kekhawatiran investor akan situasi ekonomi di awal tahun 2012. Euro bahkan melorot ke level rendah 11 bulan terhadap dollar di tengah tipisnya volume perdagangan menjelang penutupan tahun. Outlook teknikal juga suram terutama dengan adanya pola double-top yang isyaratkan bearish.

“Investor yang menganggap emas sebagai aset safe-haven kini cemas dan sepertinya mulai kurangi kepemilikan demi minimalisir kerugian. Ini tentunya lemahkan emas, yang kondisinya diperburuk oleh penguatan dollar,” ujar Rick Bensignor, strategis Merlin Securities. “Dollar tegaskan daya tariknya sebagai aset safe-haven yang lebih superior dari emas.”

“Memburuknya kondisi makro-ekonomi global turut gerogoti performa emas,” tutur Jason Schenker, presiden Prestige Economics LLC. “Meskipun emas masih miliki daya tarik safe-haven, namun krisis utang zona-euro telah menyebabkan kekurangan likuiditas di pasar dan ini memaksa investor untuk likuidasi posisi emasnya demi tutupi kerugian di aset keuangan lainnya. Sementara itu, yield obligasi pemerintah Italia mulai mereda setelah kebijakan penghematan dan suntikan likuiditas ECB berhasil redakan kecemasan.

 

Krisis Utang Eropa Hentikan Rally Minyak

Harga minyak turun untuk pertama kalinya dalam tujuh hari terakhir setelah lonjakan neraca Bank Sentral Eropa bangkitkan kekhawatiran akan krisis utang yang dapat gerogoti pertumbuhan permintaan energi. Minyak juga tergelincir seiring berkurangnya kecemasan Iran akan blokir Selat Hormuz.

“Rally minyak kemarin terlalu berlebihan dan ini dipicu oleh rendahnya volume perdagangan menjelang penutupan tahun,” ungkap Gene McGillian, analis di Tradition Energy. “Kami tengah kaji kembali faktor bullish dan bearish minyak,” tutur Tim Evans, analis Citi Futures Perspective. “Ancaman Iran memang berikan faktor positif namun suramnya makroekonomi global, seperti yang terlihat dari penurunan indeks S&P 500, sediakan faktor negatif.”

15,5 juta barel minyak per hari, atau 1/6 konsumsi minyak global, melewati Selat Hormuz yang terletak di antara Iran dan Oman. Angkatan Laut Iran telah memulai latihan militer yang libatkan kapal selam, sistem rudal dan torpedo selama 10 hari. AS tidak akan mentolerir gangguan transportasi minyak di Selat Hormuz, menurut Rebecca Rebarich, juru bicara Angkatan Laut AS. “Sangat penting untuk mengingat akan rendahnya kemungkinan bagi Iran untuk memblokir Selat Hormuz,” kata Evans. “Kemungkinannya jauh lebih rendah dari 50-50.” Negara Arab lainnya juga siap tingkatkan output untuk kompensasi hilangnya minyak Iran dari pasar dunia, tulis Associated Press.

 

 

 

FORECAST SUPPORT AND RESISTANCE ON DECEMBER 29th, 2011                               

RESISTANCE

PIVOT

SUPPORT

TREND

EUR

1.3320

1.3150

1.3045

1.2980

1.2875

1.2810

1.2640

Bearish

CHF

0.9640

0.9520

0.9470

0.9395

0.9350

0.9270

0.9150

Bullish

IDR

9360

9230

9150

9100

9020

8970

8840

Bullish

DOW

12505

12320

12200

12135

12015

11950

11760

Sideways

KOSPI

243.30

241.10

239.70

238.80

237.40

236.60

234.30

Bearish

OIL

105.35

102.75

101.15

100.15

98.55

97.55

94.95

Bullish

 

THE HIGHEST AND LOWEST LEVEL 2011

A WEEK

December

YEAR 2011

CURR

HIGH

LOW

RANGE

HIGH

LOW

HIGH

LOW

EUR

1.3083

1.2910

173

1.3548

1.2910

1.4939

1.2875

JPY

78.03

77.54

49

78.22

77.13

85.54

75.55

GBP

1.5690

1.5440

250

1.5773

1.5407

1.6745

1.527

CHF

0.9441

0.9317

124

0.9548

0.9068

0.9785

0.7085

AUD

1.0203

1.0067

136

1.0378

0.9857

1.1011

0.9386

IDR

9180

9050

130

9180

8990

9215

8455

GOLD

1607.25

1549.95

57.3

1762.85

1549.95

1920.85

1308.65

 

CURRENCY MARKET RANGE TRADING ON DECEMBER 28th, 2011                                                  

Currency

Open

High

Low

Close

Range

Change

Previous

EUR

1.3067

1.3080

1.2910

1.2941

170

-130

1.3071

JPY

77.87

78.03

77.54

77.96

49

8

77.88

GBP

1.5661

1.5690

1.5440

1.5458

250

-211

1.5669

CHF

0.9340

0.9441

0.9317

0.9426

124

86

0.9340

AUD

1.0144

1.0203

1.0067

1.0094

136

-63

1.0157

CAD

1.0181

1.0251

1.0122

1.0241

129

55

1.0186

SGD

1.2952

1.2993

1.2930

1.2977

63

29

1.2948

IDR

9050

9180

9050

9075

130

0

9075

GOLD

1589.30

1592.85

1549.95

1553.80

42.9

-38.95

1592.75

SILVER

28.63

28.78

26.87

27.08

1.91

-1.62

28.70

OIL

101.25

101.71

99.11

99.59

2.6

-1.68

101.27

 

CURRENCY CROSSES RANGE TRADING

Currency

Open

High

Low

Close

Range

Change

Previous

EUR / JPY

101.76

101.79

100.70

100.88

109

-92

101.80

EUR / CHF

1.2208

1.2222

1.2180

1.2196

42

-14

1.2210

EUR / GBP

0.8343

0.8377

0.8329

0.8371

48

30

0.8341

CHF / JPY

83.24

83.36

82.52

82.71

84

-66

83.37

AUD / JPY

78.98

79.20

78.51

78.69

69

-40

79.09

GBP / CHF

1.4626

1.4658

1.4537

1.4563

121

-75

1.4638

GBP / JPY

121.94

122.03

120.26

120.50

177

-152

122.02

 

GLOBAL MARKET INDICES RANGE TRADING

Currency

Open

High

Low

Close

Range

Change

Previous

ISSIamH2

8435

8460

8410

8415

90

-30

8445

ISSIpmH2

8415

8440

8365

8365

75

-50

8415

.N225

8426.09

8456.66

8414.90

8423.62

41.76

-16.94

8440.56

NIYH2

8435

8460

8350

8370

110

-75

8445

KSH2

239.70

240.20

237.95

238.30

18590

-0.50

238.80

HSIZ1

18590

18609

18368

18440

241

-150

18590

HSIF2

18628

18628

18360

18429

268

-159

18588

.HSI

18621.50

18621.50

18461.97

18518.67

159.53

-110.5

18629.17

.JKSE

3789.534

3789.534

3744.631

3769.214

111.883

-20.211

3789.425

DJZ1

12217

12254

12068

12081

186

-138

12219

.DJI

12288.85

12299.11

12140.17

12151.41

158.94

-139.94

12291.35

NQZ1

2284.50

2292.25

2253.75

2259.50

38.5

-25

2284.50

.IXIC

2626.19

2626.34

2586.85

2589.98

39.49

-35.22

2625.2

ESZ1

1260.00

1264.50

1243.00

1244.50

21.5

-15.75

1260.25

USD

79.825

80.605

79.708

80.521

0.897

0.698

79.823

 

 

 

Date

WIB

Loc

Economic Data

Period

Impact

Actual

Forecast

Val

Last

Wednesday

Dec, 28th

06.30

JP

All Household Spending m/m

Nov

Med

-1.3

-0.3

%

0.3

JP

All Household Spending y/y

Nov

Low

-3.2

-1.1

%

-0.4

06.30

JP

Core National CPI y/y

Nov

Low

-0.2

-0.2

%

-0.1

JP

Overall National CPI

Nov

Low

-0.5

N/F

%

-0.2

JP

Core Tokyo CPI y/y

Dec

Med

-0.3

-0.4

%

-0.5

JP

Overall Tokyo CPI

Dec

Low

-0.4

N/F

%

-0.8

06.30

JP

Unemployment Rate

Nov

Low

4.5

4.5

%

4.5

JP

Job/Applicant Ratio

Nov

Low

0.69

0.68

Rat

0.67

06.30

JP

Industrial Production Prelim

Nov

Med

-2.6

-0.8

%

2.2

JP

Retail Sales y/y

Nov

Med

-2.3

0.1

%

1.9

08.30

JP

Overtime Pay

Nov

Med

1.3

N/F

%

1.8

17.30

CH

KOF Economic Indicator

Dec

High

0.01

0.25

Ind

0.34

19.45

US

ICSC chain stores

w/e

Low

0.9

N/F

%

3.4

20.55

US

Redbook mm

w/e

Low

-2.4

N/F

%

-2.7

22.30

US

Dallas Fed Service Activity

Dec

Low

9

N/F

Ind

14.0

 

 

Thursday

Dec, 29th

06.00

KR

Industrial Output Growth

Nov

Low

0.6

%

-0.7

15.30

HK

Imports

Nov

Low

N/F

%

10.9

HK

Exports

Nov

Low

N/F

%

11.5

16.00

EU

Money-M3 annual growth

Nov

Med

2.5

%

2.6

EU

Private Loans y/y

Nov

Low

2.6

%

2.7

DE

Prelim CPI m/m

Dec

Med

0.8

%

0.0

20.30

US

Initial Jobless Claims

w/e

High

375

K

364

US

Jobless Claims 4-week average

w/e

Low

N/F

K

380.25

US

Continued Jobless Claims

w/e

Low

3.555

Mln

3.546

21.45

US

Chicago PMI

Dec

Med

61.0

Ind

62.6

22.00

US

Pending Home Sales m/m

Nov

High

2.0

%

10.4

23.00

US

KC Fed Manufacturing

Dec

Low

N/F

%

0

23.00

US

Crude Oil Inventories

w/e

Med

-2.9

Mln

-10.6

 

Friday

Dec, 30th

06.15

JP

Manufacturing PMI

Dec

Low

N/F

Ind

49.1

07.30

AU

Private Credit Sector m/mq

Dec

Med

0.3

%

0.2

09.30

CN

HSBC Final Manufacturing PMI

Dec

Med

N/F

Ind

49.0

14.00

GB

Nationwide HPI m/m

Dec

High

0.3

%

0.4

16.30

GB

Housing Equity Withdrawal q/q

Q3

Low

-7.3

Bln

-9.1

Monday

Jan, 1st

CN

Manufacturing PMI

Dec

High

N/F

Ind

49.0

16.00

EU

Final Manufacturing PMI

Dec

Low

N/F

Ind

46.9

 

 

Tuesday

Jan, 2nd

15.30

CH

SVME PMI

Dec

Med

N/F

Ind

44.8

15.55

DE

Unemployment Change

Dec

Med

N/F

K

-20

16.30

GB

Manufacturing PMI

Dec

High

N/F

Ind

47.6

22.00

US

ISM Manufacturing PMI

Dec

High

N/F

Ind

52.7

US

ISM Manufacturing Prices

Dec

Low

N/F

Ind

45.0

US

Construction Spending m/m

Dec

Low

N/F

%

0.8

 

 

 

Wednesday

Jan, 3rd

16.00

EU

Final Services PMI

Dec

Low

N/F

Ind

48.3

16.30

GB

Construction PMI

Dec

High

N/F

Ind

52.3

GB

Net Lending to Individuals m/m

Dec

Med

Nov

Bln

1.3

17.00

EU

CPI Flash Estimate y/y

Dec

Med

N/F

%

3.0

22.00

US

Factory Orders m/m

Dec

Med

N/F

%

-0.4

US

Total Vehicle Sales

Dec

Med

N/F

Mln

13.6

KEY INDICATORS

DEFINITION

Initial Jobless Claims

The number of individuals who filed for unemployment insurance for the first time during the past week. (Actual < Forecast = Good for currency)

Pending Home Sales

Change in the number of homes under contract to be sold but still awaiting the closing transaction, excluding new construction. (Actual > Forecast = Good for currency)