Market Review : Euro Dapat Kembali Melemah, Investor Nantikan Obligasi Italia

Disadur dari rekan edukasi dan riset PT. MIF

Ringkasan

  • Euro dapat kembali melemah seiring investor nantikan obligasi Italia.
  • Yen menguat jelang penutupan tahun 2011.
  • Optimisme konsumen AS topang performa Wall Street.
  • Minyak menguat setelah Iran ancam tutup Selat Hormuz.

  Euro Dapat Kembali Melemah

 Euro masih belum mampu beranjak menjauh dari level terendah 11-bulan terhadap dollar AS dan masih rentan terkena aksi jual jika lelang obligasi pemerintah Italia tegaskan kekhawatiran akan penyebaran krisis utang zona-euro. Minimnya event ekonomi penting pekan ini membuat investor fokus pada lelang obligasi Italia bertenor 3 dan 10 tahun yang akan digelar pada hari Kamis. Yield obligasi Italia kini mencapai 7,14%, masih berada di atas level krusial 7% dan diprediksi akan terus meningkat seiring investor ragu Roma akan sukses kumpulkan dana dari pasar.

“Euro dapat kembali melemah jika lelang obligasi Kamis tunjukan investor masih ragu untuk berikan pinjaman kepada pemerintah Italia. Ketidak-suksesan obligasi akan picu lonjakan yield dan akan berdampak negatif bagi euro. Tipisnya volume perdagangan menjelang penutupan tahun juga akan membuat pergerakan volatile,” ujar Sverre Holbek, analis Danske Bank. Investor juga masih cemaskan potensi pemangkasan peringkat kredit negara anggota zona-euro yang tentunya masih bayangi performa mata uang tunggal Eropa ini.

Pergerakan Aussie Masih Lesu

Dollar Australia masih diperdagangkan di kisaran sempit akibat tenangnya kondisi pasar dan tidak adanya petunjuk arah yang jelas. Pasar keuangan Australia masih jalankan liburan Natal dan baru akan kembali dibuka pada hari Rabu. Trader juga enggan lanjutkan rally Aussie atau lakukan aksi jual sehingga pergerakan Aussie menjadi lesu dan terperangkap dalam range perdagangan yang sempit.

“Liburan panjang sejak akhir pekan lalu membuat trader enggan mendorong harga terlalu jauh,” ujar dealer valas Tony Darvall. “Tidak ada yang ingin berspekulasi berlebihan terutama dengan 3 atau 4 hari perdagangan terakhir yang tunjukan tidak adanya pergerakan pasar yang nyata.” Meski demikian, Darvall melihat lemahnya bursa saham Asia dan harga komoditas bebani performa Aussie. Untuk selanjutnya, fokus para pelaku pasar nampaknya akan tertuju pada data penyaluran kredit sektor swasta untuk bulan November yang akan dirilis oleh Reserve Bank of Australia.

 Yen Menguat Jelang Penutupan Tahun 2011

 Yen menguat setelah data tunjukan keraguan akan performa ekonomi AS. Kepercayaan konsumen AS meningkat ke level tertinggi dalam delapan bulan terakhir; namun laporan lainnya tunjukan turunnya harga rumah untuk bulan Oktober. Cemerlangnya performa yen juga ditopang oleh aliran dana repatriasi menjelang penutupan tahun 2011 seiring eksportir Jepang membawa pulang pendapatannya di luar negeri.

Dollar memang tidak banyak alami pergerakan terhadap yen sejak 31 Oktober silam, ketika otoritas keuangan Jepang lakukan intervensi guna bendung apresiasi yen lebih lanjut. Akan tetapi, tidak ada satu mata uang pun yang dapat menyamai kinerja Yen pada tahun 2011. Yen, yang juga berperan sebagai mata uang safe haven, diperkirakan masih akan perlihatkan penguatan di tahun depan, meskipun Jepang telah sinyalkan akan adanya intervensi lebih lanjut yang di sisi lain akan menambah beban hutang negara yang sangat besar.

Asia Melemah; Nantikan Perkembangan AS

 Mayoritas bursa saham Asia catatkan pelemahan di tengah tipisnya volume perdagangan seiring investor menanti dibuka kembalinya pasar AS pasca libur akhir pekan yang panjang. Para pelaku pasar juga terlihat enggan memasuki pasar menjelang rilis beberapa data ekonomi AS yang diharapkan akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Nikkei harus kehilangan sekitar 0,5% dalam perdagangan hari Selasa, dan nampak belum mampu mendekati MA 25-hari yang kini bertindak sebagai resistensi kunci. Saham Tokyo Electric Power merosot hingga 0,9% setelah panel diberitakan tengah menyelidiki kemungkinan kesalahan prosedur perawatan pada reaktor Fukushima yang telah menyebabkan bencana nuklir beberapa waktu silam.  Saham Takashimaya turun 3,8% hingga mendekati level terendah 2-minggu setelah operator department store tersebut memangkas prospek laba bersih untuk setahun penuh menjadi ¥9 milyar.

Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) juga menutup perdagangan dengan hampir 0,8% lebih rendah, kendati berhasil memangkas penurunan tajam yang dipicu rumor kematian pemimpin baru Korea Utara, Kim Jong-un, yang mengguncang pasar di awal sesi. Sempat anjlok hampir 3%, Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering akhirnya mampu berbalik menguat 0,2% setelah perusahaan pertahankan target penjualan $11 milyar untuk tahun fiskal 2012. Sementara Samsung Electronics berhasil menjadi satu-satunya saham teknologi yang diperdagangkan menguat, dengan beranjak 0,66% lebih tinggi setelah Sony setuju untuk melepas 50% kepemilikan sahamnya senilai $940 juta dalam proyek kerjasama pembuatan LCD.

Optimisme Konsumen Topang Wall Street

Wall Street tidak banyak berubah setelah optimisme konsumen AS berhasil imbangi dampak penurunan harga rumah dan kekhawatiran krisis utang Eropa. Indeks keyakinan konsumen AS naik ke level tertinggi dalam delapan bulan terakhir namun indeks harga rumah tunjukan masih terpuruknya sektor perumahan. Di lain pihak, yield obligasi pemerintah Italia bertenor 10 tahun masih berada di level kritis, sempat meraih 7,14%, jelang lelang pada hari Kamis.

“Saya siap untuk ucapkan selamat tinggal bagi tahun 2011,” ujar James Paulsen, strategis Wells Capital Management. “Minggu ini tidak akan banyak pergerakan seiring sedikitnya pelaku pasar yang akan lakukan transaksi menjelang penutupan tahun. Munculnya indikasi AS dapat pertahankan keberlanjutan pemulihan ekonomi sudah membuat investor tenang.” Rally minggu lalu bahkan berhasil dorong indeks S&P 500 ke teritori positif untuk tahun 2011 setelah data kepercayaan konsumen dan pembangunan rumah berikan harapan ekonomi AS dapat pertahankan performa sembari mengarungi krisis utang Eropa. “Konfirmasi perbaikan bertahap ekonomi AS menjadi pertanda baik untuk pasar global,” tutur Chad Morganlander, manajer di Stifel Nicolaus & Co “Namun, kecemasan akan krisis utang Eropa masih akan terus ciptakan ketidakpastian.”

Mead Johnson Nutrition melonjak 5,8% setelah tes tunjukkan tidak ada bakteri dalam produk susu bayi yang diproduksi oleh perusahaan. Sears Holdings anjlok 27% setelah umumkan penutupan 120 gerai Kmart dan Sears. MetLife naik 0,3% setelah setuju menjual sebagian besar bisnis perbankan-nya di AS kepada General Electric seiring perusahaan asuransi terbesar di AS ini berupaya batasi pengawasan oleh Federal Reserve.

AGENDA ON DECEMBER 28th 2011

NO AGENDA AVAILABLE TODAY

FACTORS TO WATCH FOR INDICES ON WEDNESDAY

Japan           : Manufacturing PMI for December, 06.15 WIB; Weekly oil data.

Hong Kong : Qub Hua Yuan Media Services Co. Ltd. final results; Vongroup Ltd. H1 results.

           Fed

0.0–0.25%

ECB

1.00%

BOE

0.50%

BOJ

0.0-0.10%

RBA

4.25%

SNB

0.0–0.25%

BOC

1.00%

RBNZ

2.50%

BI

6.00%

PBOC

6.56%


 Emas Tertekan Jelang Berakhirnya Kontrak Option Januari

 Emas melemah seiring kurangnya berita ekonomi terbaru gagal merangsang minat beli di minggu terakhir tahun ini. Aksi jual cukup marak menjelang berakhirnya kontrak option emas untuk bulan Januari. “Sebagian trader likuidasi posisi jelang berakhirnya kontrak option emas Januari,” ujar George Gero, wakil presiden RBC Capital Markets.

Emas telah melemah 9% untuk bulan Desember. Di awal bulan, emas sempat catatkan penurunan terbesar dalam tiga tahun terakhir; ini berhasil picu ketakutan akan berakhirnya periode bull emas. “Berdasarkan analisa teknikal, emas perlu diperdagangkan di atas Moving Average 200-hari, $1628, untuk kembali lanjutkan rally,” tutur Carlos Perez-Santalla, broker logam mulia di PVM. “Pergerakan emas mungkin akan terlihat aneh minggu ini seiring mayoritas fund manajer telah menutup aktivitasnya untuk tahun 2011 sehingga pasar kini didominasi oleh trader teknikal dan berita.”

Pasar juga nantikan hasil lelang obligasi pemerintah Italia pada hari Kamis setelah yield obligasi bertenor 10-tahun kembali diperdagangkan di atas level krusial 7%. “Meskipun prospek emas masih bagus untuk jangka menengah dan panjang akibat meningkatnya pembelian emas oleh bank sentral; namun ada resiko dari kenaikan yield obligasi Italia yang dapat memicu penguatan dollar dan menekan emas,” ungkap Li Ning, analis di Shanghai CIFCO Futures.

Ancaman Iran Kuatkan Minyak

 Harga minyak menguat setelah Iran mengancam hentikan jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz; ini berhasil perburuk  kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak dari Timur Tengah. Menghadapi ancaman sanksi lebih lanjut dari Uni Eropa pada akhir Januari mendatang atas program nuklirnya; Teheran katakan akan menutup selat Hormuz. Selat ini sangat krusial karena menjadi jalur pengiriman minyak dari Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak ke negara Barat. Angkatan laut Iran telah memulai latihan militer di Selat Hormuz selama 10 hari sejak 24 Desember.Wakil Presiden Muhammad Reza Rahimi katakan Iran akan halangi pengiriman minyak melalui Selat Hormuz jika dikenakan sanksi ekspor minyak. Ini bukan pertama kalinya pemimpin Iran mengancam untuk menutup selat. Di lain pihak, para pemimpin Uni Eropa belum utarakan apakah akan embargo minyak mentah Iran.

Investor juga cemas dengan produksi minyak Irak pasca bentrokan antara kelompok Sunni dan Syiah. Sementara itu, Suriah katakan produksi minyaknya telah berkurang sebanyak 1/3 akibat sanksi internasional yang telah berlangsung sembilan bulan. Walaupun investor cemas dengan terganggunya supplai dari Timur Tengah namun rally minyak mungkin tertahan seiring pasar tetap khawatir dengan memburuknya krisis utang zona-euro yang dapat gerogoti permintaan minyak dunia.

 

FORECAST SUPPORT AND RESISTANCE ON DECEMBER 28th, 2011                               

RESISTANCE

PIVOT

SUPPORT

TREND

JPY

78.41

78.15

78.01

77.89

77.75

77.63

77.37

Sideways

CHF

0.9436

0.9391

0.9366

0.9346

0.9321

0.9301

0.9256

Bearish

IDR

9270

9180

9130

9100

9040

9010

8925

Bullish

DOW

12368

12295

12257

12222

12184

12149

12076

Sideways

KOSPI

256.60

247.60

243.20

238.60

234.20

229.60

220.60

Sideways

OIL

105.60

103.20

102.24

100.80

99.84

98.40

96.00

Bullish

 

THE HIGHEST AND LOWEST LEVEL 2011

A WEEK

December

YEAR 2011

CURR

HIGH

LOW

RANGE

HIGH

LOW

HIGH

LOW

EUR

1.3083

1.3040

43

1.3548

1.2944

1.4939

1.2875

JPY

78.02

77.76

26

78.22

77.13

85.54

75.55

GBP

1.5679

1.5594

85

1.5773

1.5407

1.6745

1.527

CHF

0.9372

0.9327

45

0.9548

0.9068

0.9785

0.7085

AUD

1.0175

1.0135

40

1.0378

0.9857

1.1011

0.9386

IDR

9151

9065

86

9180

8990

9215

8455

GOLD

1607.25

1590.05

17.2

1762.85

1560.55

1920.85

1308.65

 

CURRENCY MARKET RANGE TRADING ON DECEMBER 27th, 2011                                                  

Currency

Open

High

Low

Close

Range

Change

Previous

EUR

1.3046

1.3083

1.3040

1.3071

43

22

1.3049

JPY

77.99

78.02

77.76

77.88

26

-20

78.08

GBP

1.5622

1.5679

1.5594

1.5669

85

81

1.5588

CHF

0.9365

0.9372

0.9327

0.9340

45

-28

0.9368

AUD

1.0149

1.0175

1.0135

1.0157

40

11

1.0146

CAD

1.0201

1.0216

1.0174

1.0186

42

-10

1.0196

SGD

1.2912

1.2975

1.2909

1.2948

66

4

1.2944

IDR

9080

9151

9065

9075

86

25

9050

GOLD

1607.25

1607.25

1590.05

1592.75

17.2

-13.5

1606.25

SILVER

29.11

29.15

28.64

28.70

0.51

-0.4

29.10

OIL

99.92

101.77

99.37

101.27

2.4

1.41

99.86

CURRENCY CROSSES RANGE TRADING

Currency

Open

High

Low

Close

Range

Change

Previous

EUR / JPY

101.78

101.91

101.63

101.80

28

-9

101.89

EUR / CHF

1.2225

1.2237

1.2198

1.2210

39

-13

1.2223

EUR / GBP

0.8348

0.8372

0.8330

0.8341

42

-31

0.8372

CHF / JPY

83.19

83.42

82.98

83.37

44

4

83.33

AUD / JPY

79.20

79.30

78.94

79.09

36

-17

79.26

GBP / CHF

1.4621

1.4669

1.4591

1.4638

78

35

1.4603

GBP / JPY

121.84

122.12

121.52

122.02

60

26

121.76

 

GLOBAL MARKET INDICES RANGE TRADING

Currency

Open

High

Low

Close

Range

Change

Previous

ISSIamH2

8440

8460

8415

8445

90

-5

8450

ISSIpmH2

8440

8470

8440

8465

75

20

8445

.N225

8443.00

8458.26

8428.53

8440.56

29.73

-38.78

8479.34

NIYH2

8465

8470

8430

8445

40

-90

8535

KSH2

241.95

243.00

234.00

238.80

18590

-2.90

241.70

HSIZ1

H  O  L  I  D  A  Y

HSIF2

.HSI

.JKSE

3796.97

3806.185

3757.531

3789.425

111.883

-7.726

3797.151

DJZ1

12235

12260

12187

12219

73

2

12217

.DJI

12293.47

12328.47

12269.97

12291.35

58.5

-2.65

12294

NQZ1

2280.00

2296.50

2275.00

2284.50

21.5

6

2278.50

.IXIC

2613.51

2633.34

2610.77

2625.2

22.57

6.56

2618.64

ESZ1

1260.50

1264.00

1256.00

1260.25

8

0

1260.25

USD

79.965

79.99

79.774

79.801

0.216

-0.168

79.969

Date

WIB

Loc

Economic Data

Period

Impact

Actual

Forecast

Val

Last

Tuesday

Dec, 27th

GB

British England Holiday – Markets Closed

AU

Australia Holiday – Markets Closed

CA

Canada Holiday – Markets Closed

06.50

JP

Minutes BOJ Monetary Policy

Nov

Med

12.00

JP

Housing Start y/y

Nov

Low

-0.3

-4.7

%

-5.8

JP

Construction Orders y/y

Nov

Low

21.0

N/F

%

24.3

14.00

CH

Consumption Indicator

Nov

Med

0.81

N/F

Ind

0.90

20.30

US

Chicago Midwest

Nov

Low

85.8

N/F

Ind

85.9

21.00

US

S&P C-S 20 mm sa

Oct

Low

-0.6

-0.4

%

-0.6

US

S&P C-S 20 mm nsa

Oct

Low

-1.2

-0.5

%

-0.6

US

S&P C-S 20 y/y

Oct

Med

-3.4

-3.2

%

-3.6

22.00

US

Richmond Fed Manufacturing

Dec

Low

3

6

Ind

0

US

Manufacturing Shipments

Dec

Low

3

N/F

Ind

1

US

Service Revenues

Dec

Low

22

N/F

Ind

6

22.00

US

Consumer Confidence

Dec

High

64.5

58.3

Ind

55.2

22.30

US

Dallas Fed Manufacturing Index

Dec

Low

-3.0

N/F

%

3.2

Wednesday

Dec, 28th

06.00

KR

Current Account Balance

Nov

Low

N/F

Bln

2.1

KR

Industrial Output m/m

Nov

Low

0.6

%

-0.7

KR

Industrial Output y/y

Nov

Low

6.2

%

6.2

KR

Service Sector Output

Nov

Low

N/F

%

0.7

06.30

JP

All Household Spending m/m

Nov

Med

-0.3

%

0.3

JP

All Household Spending y/y

Nov

Low

-1.1

%

-0.4

06.30

JP

Core National CPI y/y

Nov

Low

-0.2

%

-0.1

JP

Overall National CPI

Nov

Low

N/F

%

-0.2

JP

Core Tokyo CPI y/y

Dec

Med

-0.4

%

-0.5

JP

Overall Tokyo CPI

Dec

Low

N/F

%

-0.8

06.30

JP

Unemployment Rate

Nov

Low

4.5

%

4.5

JP

Job/Applicant Ratio

Nov

Low

0.68

Rat

0.67

06.30

JP

Industrial Production Prelim

Nov

Med

-0.8

%

2.2

JP

Retail Sales

Nov

Med

0.1

%

1.9

08.30

JP

Overtime Pay

Nov

Med

N/F

%

1.8

17.30

CH

KOF Economic Indicator

Dec

High

0.25

Ind

0.35

19.45

US

ICSC chain stores

w/e

Low

N/F

%

3.4

20.55

US

Redbook mm

w/e

Low

N/F

%

-2.7

22.30

US

Dallas Fed Service Activity

Dec

Low

N/F

Ind

14.0

 

 

Thursday

Dec, 29th

16.00

EU

M3 Money Supply y/y

Nov

Med

2.5

%

2.6

EU

Private Loans y/y

Nov

Low

2.8

%

2.7

DE

Prelim CPI m/m

Dec

Med

0.8

%

0.0

20.30

US

Unemployment Claims

w/e

High

370

K

364

21.45

US

Chicago PMI

Dec

Med

60.4

Ind

62.6

22.00

US

Pending Home Sales m/m

Nov

High

1.4

%

10.4

23.00

US

Crude Oil Inventories

w/e

Med

N/F

Mln

-10.6

 

Friday

Dec, 30th

06.15

JP

Manufacturing PMI

Dec

Low

N/F

Ind

49.1

07.30

AU

Private Credit Sector m/mq

Dec

Med

0.3

%

0.2

09.30

CN

HSBC Final Manufacturing PMI

Dec

Med

N/F

Ind

49.0

14.00

GB

Nationwide HPI m/m

Dec

High

0.3

%

0.4

16.30

GB

Housing Equity Withdrawal q/q

Q3

Low

-7.3

Bln

-9.1

KEY INDICATORS

DEFINITION

Retail Sales

It’s the primary gauge of consumer spending, which accounts for the majority of overall economic activity. (Actual > Forecast = Good for currency)

KOF Economic Barometer

Combined reading of 12 economic indicators related to banking confidence, production, new orders, consumer confidence and housing. (Actual < Forecast = Good for currency)