Market Review : Minggu beresiko untuk euro jelang lelang obligasi Italia

Disadur dari riset dan edukasi PT. MIF

Ringkasan

  • Minggu beresiko untuk euro jelang lelang obligasi Italia.
  • Dollar nantikan kepercayaan konsumen AS.
  • Apresiasi Yen akan berlanjut di Q1 2012.
  • Wall Street akan uji Santa Rally.

Minggu Beresiko Untuk Euro

Euro kemungkinan masih belum akan mampu untuk bergerak jauh dari level rendah 11-bulan terhadap dollar AS seiring investor nantikan lelang obligasi Italia di akhir pekan ini. Mata uang utama lainnya juga nampaknya tidak akan beranjak dari range pergerakan belakangan ini memasuki minggu perdagangan terakhir di 2011.

“Minggu ini cukup beresiko mengingat tipisnya volume perdagangan yang dapat memicu pergerakan berfluktuasi tinggi,” ujar Kimihiko Tomita, pimpinan valas State Street Global Markets. Jika stop-loss di kisaran 1.3120 dapat dilewati maka euro bisa alami rally sedangkan penurunan di bawah 1.2945 akan buka peluang pengujian level rendah 2011, 1.2860.

Di lain pihak, pasar ingin melihat apakah operasi likuiditas bank sentral Eropa, yang diluncurkan pekan lalu, bisa redakan permasalah pendanaan perbankan dan perbaiki kondisi pasar obligasi. Italia dijadwalkan melelang obligasi pada hari Kamis yang jika sukses dapat menopang performa euro. Namun, yield obligasi Italia bertenor 10 tahun kembali lewati level krusial 7% pada Jumat silam; indikasi investor masih cemaskan potensi penyebaran krisis utang.

Dollar Nantikan Kepercayaan Konsumen AS

Dollar AS dapat melemah jika data tunjukan optimisme konsumen AS terhadap perekonomian terbesar di dunia tersebut. Survei tunjukan indeks kepercayaan konsumen AS akan naik ke level tertinggi sejak bulan Juli 58.3; ini tentunya dapat meredam permintaan terhadap aset safe-haven seperti Greenback. “Indikator ekonomi AS belakangan ini tegaskan berlanjutnya pemulihan AS. Membaiknya ekonomi tentu akan mendorong investor untuk jauhi dollar sebagai aset safe-haven,” tutur Takuya Kawabata, analis Gaitame.com Research Institute.

Sementara itu, Yuan Cina terapresiasi ke level terkuat dalam 17 tahun terhadap dollar seiring merebaknya ekspektasi toleransi Beijing akan penguatan mata uangnya demi bendung keluarnya arus modal. Bank sentral Cina terapkan nilai tukar yang lebih tinggi 0,07%. “Penerapan nilai tukar yang lebih kuat isyaratkan bank sentral berniat untuk dorong apresiasi mata uang Cina,” ujar Liu Dongliang, analis China Merchants Bank.

 

Apresiasi Yen Akan Berlanjut

 Yen diprediksi akan lanjutkan apresiasi pada kuartal pertama 2012 terkait statusnya sebagai mata uang safe-haven, menurut analis Brown Brothers Harriman. “Status safe-haven JPY akan berikan tenaga untuk membuat yen Jepang tetap sebagai salah satu mata uang berkinerja terbaik kuartal depan.”

Brown Brothers melihat naiknya permintaan terhadap aset safe-haven dan ketidak-mampuan Jepang untuk kelola surplus perdagangannya dengan baik akan menopang performa yen. Bank sentral Jepang juga diantisipasi akan kembali lakukan intervensi. “Meskipun Bank of Japan masih dapat lakukan intervensi kami tidak antisipasi BoJ untuk terapkan batas nilai tukar untuk USDJPY,” tulis laporan riset Brown Brothers. Sementara itu, Kementrian Keuangan Jepang perpanjang peraturan yang wajibkan trader untuk laporkan volume perdagangan valasnya hingga Maret tahun depan. Peraturan ini diperkenalkan Agustus silam sebagai bagian dari usaha Jepang untuk cegah pergerakan yen yang berlebihan.

Pemulihan Ekonomi AS Hadirkan Secercah Harapan Bagi Asia

 Bursa saham Asia bergerak mixed di tengah tipisnya volume perdagangan pada hari Senin menyusul tutupnya sebagian besar pasar terkait liburan Natal. Namun, harapan pemulihan ekonomi AS nampak pulihkan sentimen. Nikkei berhasil catatkan kenaikan 1% hingga menembus MA 25-hari seiring meningkatnya optimisme investor terhadap pemulihan ekonomi AS, yang tercermin dari membaiknya data sektor perumahan AS dan juga perpanjangan program pemotongan pajak selama 2 bulan. Meski demikian, performa indeks Jepang ini tidak mampu diikuti oleh saham Tepco yang anjlok 4% persen setelah kantor berita Kyodo laporkan perusahaan ajukan pengunduran batas waktu pelunasan pinjaman ¥2 trilyun kepada beberapa bank besar.

Kospi mengakhiri perdagangan hari Senin dengan turun 0,56%. Pelemahan indeks dipicu oleh aksi jual institusional di tengah sesi perdagangan yang sepi. Walaupun indikator ekonomi AS terakhir cukup menggembirakan namun investor sepertinya tetap cemaskan situasi zona-euro terutama dengan belum adanya solusi atas krisis utang. Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering perlihatkan kinerja terburuk dengan anjlok 3,88%, diikuti oleh Hyundai Heavy Industries yang melemah 2,18%.

Dari China dilaporkan indeks Shanghai melemah 0,7% di tengah kekhawatiran akan prospek earnings perusahaan. Volume perdagangan di bursa Shanghai juga turun ke level terendah 3 tahun menjadi 36,3 milyar Yuan ($5,73 milyar), dari 43,3 milyar Yuan pada hari Jumat. Sementara Hangseng masih ditutup pada hari Senin terkait liburan pasca hari Natal.

 

Wall Street Akan Uji Santa Rally

Minggu perdagangan terakhir tahun ini akan menjadi tes apakah Wall Street punya kekuatan untuk lakukan rally di 2012. Meskipun data ekonomi isyaratkan berlanjutnya momentum pemulihan ekonomi AS; namun krisis utang Eropa masih jadi gangguan dan bebani pasar. Sebagian investor bahkan ragu dengan “Santa Claus rally” – yakni kecenderungan musiman dimana bursa saham catatkan penguatan di lima hari terakhir perdagangan sebelum penutupan tahun dan dua hari perdagangan pertama di tahun baru.

Peringatan downgrade beberapa negara Eropa membuat investor cemas. Pasar sempat terkejut dengan keputusan Standard & Poor yang memangkas peringkat kredit AS pada Agustus silam. Kini, investor khawatir langkah serupa dapat muncul kapan saja, bahkan antara Natal hingga Tahun Baru. Korelasi antara performa saham AS dan yield obligasi pemerintah Eropa cukup tinggi, terutama dengan Spanyol, Italia, dan Jerman.

Apa yang terjadi minggu ini penting karena tentukan sentimen untuk 2012. “Jika Santa tidak datang maka Bear akan kembali ke Boad & Wall,” tulis pepatah Wall Street yang diperoleh CNBC. Ari Wald, strategis Brown Brothers Harriman, anjurkan investor untuk waspadai resistance S&P 500 di 1260, area trendline yang hubungi puncak Oktober dengan Desember. “Kenaikan hingga melewati 1260 dapat isyaratkan penguatan hingga kuartal pertama 2012,” ujar Wald yang juga melihat support di 1200, MA 100 hari dan juga area trendline yang hubungi lembah Oktober dengan November. “Kejatuhan di bawah 1200 akan memicu aksi jual yang berpotensi membawa indeks ke area 1130 hingga 1150 untuk jangka menengah,” kata Wald.

AGENDA ON DECEMBER 27th 2011

 Tokyo  –  Bank of Japan Publishes Minutes of November 15-16 Monetary Policy Meeting, 06.50 WIB.

FACTORS TO WATCH FOR INDICES ON TUESDAY

Japan         : Cabinet meeting followed by news conference from FinMin Jun Azumi; J. Front Retailing 9-month

results, 13.00 WIB; JX Nippon, Japan’s oil refiner, holds news conference, 15.00 WIB.

Hong Kong : Public Financial Holdings Ltd. H1 results.

           Fed

0.0–0.25%

ECB

1.00%

BOE

0.50%

BOJ

0.0-0.10%

RBA

4.25%

SNB

0.0–0.25%

BOC

1.00%

RBNZ

2.50%

BI

6.00%

PBOC

6.56%

Oposisi Dukung Presiden Pilihan Merkel

Kanselir Angela Merkel mendapat dukungan untuk menjaga posisi Christian Wulff sebagai  Presiden Jerman dari pemimpin partai oposisi Social Democrats (SPD). Ketua SPD, Sigmar Gabriel, yang akan menjadi penantang Merkel dalam pemilu 2013, katakan tidak ingin Christian Wulff mengundurkan diri atas skandal perbankan karena bisa memicu krisis nasional jika dua pimpinan kepala negara berhenti dalam waktu dua tahun. Wulff tengah hadapi tekanan untuk mundur setelah gagal jelaskan sumber pinjaman rumah senilai € 500.000.

“Akan menjadi krisis nasional jika dua presiden Jerman mengundurkan diri hanya dalam rentang waktu dua tahun,” ujar Gabriel kepada harian Die Welt. “Wulff harus dapat bersihkan skandal yang menimpanya tapi ini tidak harus mengarah pada pengunduran diri. Wulff dapat laksanakan tugasnya sebagai presiden dengan cara yang layak dipercaya.”

Wullf sebelumnya telah meminta maaf atas skandal keuangan pribadi-nya yang berkaitan dengan pengusaha kaya, tetapi ia bermaksud tetap menjabat sebagai kepala negara Jerman walaupun membuat kesal petinggi Jerman lainnya. Skandal keuangan Wulff berpotensi merusak kredibilitas Merkel yang memilihnya untuk tempati jabatan Presiden Jerman di tahun 2010 lalu. Wulff, mantan pimpinan Lower Saxony untuk periode 2003-2010, gantikan Horst Koehler sebagai Presiden Jerman. Koehler ajukan pengunduran diri di 2010 setelah berikan komentar sinis atas misi militer Jerman di luar negeri.

IMF Cemaskan Perekonomian Global

Pimpinan Dana Moneter Internasional (IMF) katakan perekonomian dunia dalam bahaya dan mendesak Eropa bersatu melawan krisis utang yang telah mengguncang sistem keuangan global. Ketua IMF, Christine Lagarde, telah katakan prediksi pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 4% pada tahun 2012 dapat direvisi lebih rendah. “Perekonomian dunia dalam situasi bahaya,” ujar Lagarde kepada Journal du Dimanche.

“Krisis utang merupakan krisis kepercayaan terhadap utang publik dan ketangguhan sistem keuangan,” tutur Lagarde. Pemimpin Eropa telah menyusun perjanjian baru untuk percepat integrasi ekonomi di zona-euro. Namun, belum jelas apakah kesepakatan tersebut dapat bendung krisis utang, yang dimulai di Yunani pada tahun 2009 dan kini mengancam Perancis dan Jerman.

“Pertemuan Eropa pada 9 Desember silam tidak cukup berikan rincian dan terlalu rumit berdasarkan kondisi fundamental,” kata Lagarde. “Akan lebih baik bagi Eropa untuk berbicara dengan satu suara dan umumkan jadwal sederhana dan terperinci untuk selesaikan krisis utang. Investor tengah menunggu. Gambaran besar saja tidak cukup.”

“Negara-negara berkembang, yang menjadi mesin pertumbuhan bagi ekonomi dunia, juga telah terpengaruh,” ungkap Lagarde seraya merujuk pada Cina, Brasil, dan Rusia. “Negara-negara ini akan diliputi oleh ketidak-stabilan ekonomi global.”

FORECAST SUPPORT AND RESISTANCE ON DECEMBER 27th, 2011                               

RESISTANCE

PIVOT

SUPPORT

TREND

JPY

78.59

78.34

78.21

78.09

77.96

77.84

77.59

Sideways

CHF

0.9476

0.9419

0.9394

0.9362

0.9337

0.9305

0.9248

Bearish

IDR

9148

9093

9072

9038

9017

8983

8928

Bullish

DOW

12441

12312

12264

12183

12135

12054

11925

Sideways

HSIF2

18770

18690

18640

18600

18550

18510

18430

Sideways

OIL

101.76

100.77

100.31

99.78

99.32

98.79

97.80

Bullish

 

THE HIGHEST AND LOWEST LEVEL 2011

A WEEK

December

YEAR 2011

CURR

HIGH

LOW

RANGE

HIGH

LOW

HIGH

LOW

EUR

1.3197

1.298

217

1.3548

1.2944

1.4939

1.2875

JPY

78.22

77.66

56

78.22

77.13

85.54

75.55

GBP

1.5773

1.5463

310

1.5773

1.5407

1.6745

1.527

CHF

0.94

0.924

160

0.9548

0.9068

0.9785

0.7085

AUD

1.0218

0.9883

335

1.0378

0.9857

1.1011

0.9386

IDR

9170

9050

120

9180

8990

9215

8455

GOLD

1641.45

1583.8

57.65

1762.85

1560.55

1920.85

1308.65

 

CURRENCY MARKET RANGE TRADING ON DECEMBER 26th, 2011                                                  

Currency

Open

High

Low

Close

Range

Change

Previous

EUR

H  O  L  I  D  A  Y

JPY

GBP

CHF

AUD

CAD

SGD

IDR

GOLD

SILVER

OIL

CURRENCY CROSSES RANGE TRADING

Currency

Open

High

Low

Close

Range

Change

Previous

EUR / JPY

H  O  L  I  D  A  Y

EUR / CHF
EUR / GBP
CHF / JPY
AUD / JPY
GBP / CHF
GBP / JPY

 

GLOBAL MARKET INDICES RANGE TRADING

Currency

Open

High

Low

Close

Range

Change

Previous

ISSIamH2

8530

8535

8445

8450

90

-60

8510

ISSIpmH2

8455

8455

8430

8455

75

5

8450

.N225

8504.46

8516.53

8577.37

8479.34

-60.84

84.18

8395.16

NIYH2

H  O  L  I  D  A  Y

KSH2

243.75

243.90

240.90

241.70

18590

-1.40

243.10

HSIZ1

H  O  L  I  D  A  Y

HSIF2

.HSI

.JKSE

DJZ1

.DJI

NQZ1

.IXIC

ESZ1

USD

Date

WIB

Loc

Economic Data

Period

Impact

Actual

Forecast

Val

Last

Monday

Dec, 26th

England, Germany and Switzerland Holiday Given Christmas Day

Australian and New Zealand Holiday

06.00

KR

Consumer Sentiment (Tentative)

Dec

Low

N/F

Ind

103

KR

Manufacturing BSI (Tentative)

Jan

Low

N/F

Ind

89

US

US Christmas Day observed – markets, government offices closed 

Tuesday

Dec, 27th

GB

British England Holiday – Markets Closed

AU

Australia Holiday – Markets Closed

CA

Canada Holiday – Markets Closed

06.50

JP

Minutes BOJ Monetary Policy

Nov

Med

JP

Japan CSPI

Nov

Low

0.1

%

0.1

12.00

JP

Housing Start y/y

Nov

Low

-4.7

%

-5.8

JP

Construction Orders y/y

Nov

Low

N/F

%

24.3

14.00

CH

Consumption Indicator

Nov

Med

N/F

Ind

0.91

20.30

US

Chicago Midwest

Nov

Low

N/F

Ind

85.5

21.00

US

S&P C-S 20 mm sa

Oct

Low

-0.5

%

-0.6

US

S&P C-S 20 mm nsa

Oct

Low

-0.4

%

-0.6

US

S&P C-S 20 y/y

Oct

Med

-3.2

%

-3.6

22.00

US

Richmond Fed Manufacturing

Dec

Low

6

Ind

0

US

Manufacturing Shipments

Dec

Low

N/F

Ind

1

US

Service Revenues

Dec

Low

N/F

Ind

6

22.00

US

Consumer Confidence

Dec

High

58.3

Ind

56.0

22.30

US

Dallas Fed Manufacturing Index

Dec

Low

N/F

%

3.2

Wednesday

Dec, 28th

06.00

KR

Current Account Balance

Nov

Low

N/F

Bln

2.1

KR

Industrial Output m/m

Nov

Low

N/F

%

-0.7

KR

Industrial Output y/y

Nov

Low

N/F

%

6.2

KR

Service Sector Output

Nov

Low

N/F

%

0.7

06.15

JP

Manufacturing PMI

Dec

Low

N/F

Ind

49.1

06.30

JP

All Household Spending m/m

Nov

Med

-0.3

%

0.3

JP

All Household Spending y/y

Nov

Low

-1.1

%

-0.4

06.30

JP

Core National CPI y/y

Nov

Low

-0.2

%

-0.1

JP

Overall National CPI

Nov

Low

N/F

%

-0.2

JP

Core Tokyo CPI y/y

Dec

Med

-0.4

%

-0.5

JP

Overall Tokyo CPI

Dec

Low

N/F

%

-0.8

06.30

JP

Unemployment Rate

Nov

Low

4.5

%

4.5

JP

Job/Applicant Ratio

Nov

Low

0.68

Rat

0.67

06.30

JP

Industrial Production Prelim

Nov

Med

-0.8

%

2.2

JP

Retail Sales

Nov

Med

0.1

%

1.9

08.30

JP

Overtime Pay

Nov

Med

N/F

%

1.8

17.30

CH

KOF Economic Indicator

Dec

High

0.25

Ind

0.35

19.00

US

Mortgage Index

w/e

Low

N/F

Ind

US

Refinancing Index

w/e

Low

N/F

Ind

19.45

US

ICSC/GS Report

w/e

Low

N/F

%

20.55

US

Redbook mm

w/e

Low

N/F

%

22.30

US

Dallas Fed Service Activity

Dec

Low

N/F

Ind

7.4

KEY INDICATORS

DEFINITION

Consumption Indicator

Combined reading of 5 economic indicators including consumer confidence, consumer spending, tourism, new car sales, and retail activity.

(Actual > Forecast = Good for currency)

Consumer Confidence

Survey of about 5,000 households which ask respondents to rate the relative level of current and future economic conditions including labor availability, business conditions, and overall economic situation. (Actual < Forecast = Good for currency)