Market review:Emas Sulit Bertahan di Atas $1,600

Berita di sadur dr rekan eduaksi dan riset MIF

Ringkasan

  • Kecemasan hutang dan pertumbuhan mendominasi euro.
  • Ancaman resesi & deflasi hantui sterling.
  • Aussie was-awas jelang minutes RBA.
  • Pasar obligasi akan menekan Uni Eropa pada kuartal pertama.

 Kecemasan Hutang Dan Pertumbuhan Mendominasi Euro

 Kekhawatiran bahwa krisis hutang zona Euro akan melukai pertumbuhan global kian menekan euro hingga ke level terendah 11-bulan versus safe haven Dollar AS, yang diuntungkan oleh ketidakpastian yang terjadi sepeninggal pemimpin Korea Utara Kim Jong-il. Peringatan Fitch atas adanya kemungkinan downgrade rating kredit Perancis dan 6 negara zona Euro lainnya juga terlihat masih membayangi pergerakan Euro pada awal pekan ini. Selain itu, pemangkasan rating Belgia oleh Moody’s Jumat lalu sebanyak 2 tingkat menjadi ‘Aa3’ seiring meningkatnya resiko pertumbuhan ekonomi dan membengkaknya dana penyelamatan untuk bank-bank seperti Dexia turut menekan euro.

“Kematian Kim Jong-il telah sejenak mengalihkan fokus pasar di sesi Asia. Namun dengan pasar yang terlihat sangat lelah mendekati akhir tahun, maka peluang Euro untuk terperosok lebih dalam memasuki tahun baru menjadi lebih besar,” kata Audrey Childe-Freeman, kepala analis mata uang pada JP Morgan Private Bank. “Kendati turut membebani Euro, downgrade terhadap negara-negara zona Euro lainnya telah diantisipasi sehingga dampak negatifnya mungkin tidak sebesar yang diperkirakan,” tambahnya.

Ancaman Resesi & Deflasi Hantui Sterling

Poundsterling berbalik melemah terhadap Dollar pada hari Senin setelah berita kematian diktator Korea Utara, Kim Jong-il, menghadirkan kecemasan mengenai ketidakstabilan politik di Semenanjung Korea. Aksi jual investor Swiss juga turut membebani Cable, kendati diredam oleh tingginya permintaan dari sebuah bank Inggris di London.

Sementara terhadap Euro, mata uang Inggris ini diperdagangkan tidak jauh dari level terkuat 10-bulan menyusul merebaknya kecemasan terhadap resiko downgrade yang harus dihadapi negara-negara zona Euro. “Masalah-masalah struktural yang dihadapi zona Euro terus menahan sentimen negatif terhadap mata uang tunggal, sehingga para investor masih lebih memilih likuiditas yang ditawarkan Sterling,” kata Jeremy Stretch, analis mata uang CIBC. Komentar salah seorang petinggi Bank of England, Paul Fisher, pada hari Senin yang menyebutkan jika krisis zona Euro telah mendatangkan ancaman resesi dan deflasi bagi perekonomian Inggris juga turut membebani Poundsterling.

 Aussie Was-Was Jelang Minutes RBA

Dollar Australia kembali tergelincir terhadap mayoritas rival-rival utamanya dalam perdagangan awal pekan ini, menjelang rilis minutes pertemuan kebijakan bulan Desember Reserve Bank of Australia yang ketika itu menghasilkan keputusan pemotongan suku bunga untuk bulan ke-2 berturut-turut. Tekanan pada mata uang negara Pasifik Selatan ini bertambah setelah stasiun televisi Korea Utara mengumumkan kematian presiden Kim Jong-il, yang meredam permintaan untuk aset beresiko di pasar Asia.

“Pasar nampaknya akan tetap volatile, mengingat masih berlanjutnya ketidakpastian prospek kawasan Euro,” kata Emma Lawson, analis mata uang pada National Australia Bank Ltd. di Sydney. “Kendati RBA diperkirakan akan menurunkan prospek ekonomi dan menjaga peluang untuk penurunan suku bunga lebih lanjut, pasar masih tetap meraba sejauh mana dampak situasi di Eropa mempengaruhi kebijakan moneter bank sentral.”

Kematian Kim Jong il Cemaskan Asia

 Bursa saham Asia melemah akibat meningkatnya resiko geopolitik pasca kematian pemimpin Korea Utara Kim Jong il. Ini perburuk sentimen setelah Fitch ancam turunkan peringkat kredit beberapa anggota zona-euro.

Kospi anjlok setelah kematian Kim picu kekhawatiran atas stabilitas politik negara komunis tersebut dengan program nuklirnya. Kospi mungkin akan tetap tertekan dalam waktu dekat seiring belum jelasnya proses suksesi kekuasaan dan sikap politik calon pemimpin Korea Utara berikutnya Kim Jong Un.

Nikkei turun 1,3% akibat meningkatnya resiko geopolitik dan memburuknya kecemasan atas krisis utang zona-euro setelah Fitch ancam turunkan peringkat kredit tujuh negara Eropa. Olympus melorot 8,9% setelah Southeastern Asset Management -yang memiliki 5% saham- utarakan kekhawatiran akan kemungkinan dilusi nilai saham demi pertahankan keberlangsungan perusahaan. Namun, Nissan Motor naik 2,1% setelah produsen mobil ini utarakan akan membeli 0,3% sahamnya senilai ¥10 miliar mulai Senin hingga Kamis nanti.

Hang Seng melemah 1,1% setelah berita kematian pemimpin Korea Utara perburuk sentimen pasar yang masih cemaskan krisis utang zona-euro. Sektor properti terpukul setelah data tunjukan turunnya harga rumah di Cina; ini dapat isyaratkan lemahnya permintaan. Lebih dari setengah dari 70 kota besar yang disurvei alami penurunan harga rumah seiring Beijing tegaskan rencana untuk redam aktivitas spekulasi di sektor properti demi menjamin terjangkaunya harga bagi masyarakat.

Sektor Perbankan Menghantam Wall Street

Rally musim liburan pada Wall Street mulai sirna pada hari Senin, seiring pola kenaikan pada level pembukaan diikuti oleh aksi jual yang menekan saham turun 1%, dengan sektor perbankan yang paling tertekan. Sektor perbankan mendapat pukulan telah setelah kecemasan investor bahwa persyaratan modal Basel III dapat kembali menghantam industri perbankan, dan seiring kepala European Central Bank Mario Draghi dalam pidatonya menawarkan hanya menunjukkan sedikit dukungan mengatasi krisis hutang.

Trader akan mengamati grafik Dow industrials dan S&P 500, yang mana mendekati “Golden Cross,” dimana MA50 hari berpotongan naik ke atas MA200 hari. Event ini biasanya bullish bagi bursa saham. “Pekan ini dan pekan selanjutnya biasanya menjadi pekan paling kuat dalam setahun— sehingga banyak yang percaya akan terjadi rally,” ucap Kenneth Polcari pada LandColt Trading dalam analisisnya. “Faktor positif apapun akan memicu rally seiring optimis investor.”

Namun ada juga yang beranggapan bahwa pasar akan kembali menguji level rendah bulan Oktober lalu. Mary Ann Bartels, analis riset teknikal pada Bank of America Merrill Lynch, mengatakan, “Santa tidak akan datang” mengunjungi Wall Street. “Kegagalan untuk bergerak dan bertahan di atas MA 50 hari mengkonfirmasi bahwa kita sedang mamsuki fase untuk menguji level rendah S&P bulan Oktober lalu dekat 1100-1074,” ucap Bartels. “Menurut kami siklus bullish pada pasar baru akan terjadi sekitar kuartal kedua tahun 2012. Kita membutuhkan waktu dan kesabaran.”

AGENDA ON DECEMBER 20th 2011

 Tokyo   – Bank of Japan Monetary Policy Meeting (to December 21).

Sydney – Reserve Bank of Australia (RBA) publishes minutes of December 2011 Monetary Policy

Meeting – 0730 WIB

FACTORS TO WATCH FOR INDICES ON TUESDAY

Japan    : Iron and Steel Industry Association Chairman regular news conference.

H.K       : Infinity Chemical Holdings Co Ltd final results; QPL International Holdings Ltd H1 results

U.S       : Conagra Foods Inc.Q2 report; Carnival Corp Q4 result; Cintas Corp.Q2 report; General Mills Inc.

Q2 report; Jabil Circuit Inc.Q1 final report; Nike Inc.Q2 result; Oracle Corp Q2 result; Paychex

Inc. Q2 report

           Fed

0.0–0.25%

ECB

1.00%

BOE

0.50%

BOJ

0.0-0.10%

RBA

4.25%

SNB

0.0–0.25%

BOC

1.00%

RBNZ

2.50%

BI

6.00%

PBOC

6.56%

 Pasar Obligasi Akan Menekan Uni Eropa Pada Kuartal Pertama

 Tekanan dari pasar obligasi terhadap zona Eropa akan menjadi “sangat signifikan” pada kuartal pertama tahun depan, ucap presiden ECB Mario Draghi pada hari Senin. Draghi mengatakan bahwa pada kuartal pertama tahun depan, sekitar 230 milyar euro obligasi perbankan akan jatuh tempo, 250 – 300 milyar obligasi pemerintah, dan lebih dari 200 obligasi kolateral akan diterbitkan pada kuartal pertama tahun depanr. “Sehingga tekanan yang dialami pasar obligasi sangat, sangat, signifikan jika tidak dicegah,” ucap Draghi, menambahkan bahwa bank memiliki permasalahan lain, termasuk kurangnya modal.

Draghi tidak memberikan petunjukan bahwa ECB akan mengubah program pembelian obligasi miliknya, meski dalam akhir pekan ini akan menawarkan dana bertenor 3 tahun guna membantu mencairkan pinjaman interbank yang sempat beku. “Kami mengetahui dan merasakan apa yang dialami oleh sektor perbankan saat ini, pendanaan yang mengetat sangat signifikan, terutama pada kuartal pertama tahun 2012.”

Emas Sulit Bertahan di Atas $1,600

Harga emas kembali turun pada hari Senin, seiring kecemasan bahwa krisis hutang zona Eropa akan melukai pertumbuhan global terus membuat euro tertekan, meski emas terlepas dari level rendah seiring euro memangkas penurunan terhadap dollar.

Sementara itu sejumlah investor masih berhati-hati pemulihan dari level rendah belakangan ini, terutama pergerakan naik ke atas MA200 hari sekitar $1,620 per ons, dapat memicu aksi beli. “Menurutku investor emas dapat kembali berjaya jika datp bergerak di atas area tersebut,” ucap Ole Hansen, manajer senior Saxo Bank. “Penembusan turun pekan lalu telah menekan pasar namun dengan tidak adanya kelanjutan makan itu dapat menjadi awal aksi short-covering teknikal, yang mana dapat memicu aksi beli dari investor.”

Dollar Pangkas Gain, Minyak Kokoh

Harga minyak berhasil naik pada hari Senin, mengembalikan penurunan sebelumnya seiring dollar yang terkoreksi setelah sempat menguat akibat berita wafatnya pemimpin Korea Utara Kim Jong il. Bagaimanapun, kecemasan krisis hutang zona Eropa akan melemahkan tingkat permintaan membatasi kenaikan harga. “Ada sedikit tekanan datang dari bursa saham Asia seiring wafatnya Kim Jong il, namun menurutku psasr minyak tidak akan banyak terpengaruh oleh resiko di Korea Utara,” ucap Olliver Jakob dari Petromatrix.

Sentimen terhadap minyak melunak pasca Fitch Ratings pada hari Jumat memperingatkan kemungkinan downgrade terhadap Perancis dan 6 negara zona Eropa lainnya, mengatakan solusi komprehensif terhadap krisis hutang kawasan di luar jangkauan. “Pasar masih cemas situasi di Eropa akan menyebar ke Cina, pusat pertumbuhan permintaan minyak,” ucap Gordon Kwan, kepala riset engeri Mirae Asset Management di Hong Kong.

FORECAST SUPPORT AND RESISTANCE ON DECEMBER 20th, 2011                               

RESISTANCE

PIVOT

SUPPORT

TREND

JPY

78.85

78.41

78.24

77.97

77.80

77.53

77.09

Bullish

AUD

1.0132

1.0027

0.9961

0.9922

0.9856

0.9817

0.9712

Bearish

IDR

9202

9142

9103

9082

9043

9022

8962

Bullish

DOW

12129

11934

11818

11739

11623

11544

11349

Bearish

KOSPI

393.25

322.25

276.65

251.25

205.65

180.25

109.25

Bullish

OIL

97.93

95.85

94.99

93.77

92.91

91.69

89.61

Bearish

THE HIGHEST AND LOWEST LEVEL 2011

A WEEK

December

YEAR 2011

CURR

HIGH

LOW

RANGE

HIGH

LOW

HIGH

LOW

EUR

1.3043

1.298

63

1.3548

1.2944

1.4939

1.2875

JPY

78.15

77.71

44

78.16

77.13

85.54

75.55

GBP

1.5544

1.5463

81

1.577

1.5407

1.6745

1.527

CHF

0.9399

0.9345

54

0.9548

0.9068

0.9785

0.7085

AUD

0.9988

0.9883

105

1.0378

0.9857

1.1011

0.9386

IDR

9120

9060

60

9180

8990

9215

8455

GOLD

1608.95

1583.8

25.15

1762.85

1560.55

1920.85

1308.65

CURRENCY MARKET RANGE TRADING ON DECEMBER 19th, 2011                                                  

Currency

Open

High

Low

Close

Range

Change

Previous

EUR

1.3034

1.3043

1.2980

1.2999

63

-39

1.3038

JPY

77.82

78.15

77.71

78.06

44

26

77.80

GBP

1.5520

1.5544

1.5463

1.5500

81

-45

1.5545

CHF

0.9362

0.9399

0.9345

0.9373

54

13

0.9360

AUD

0.9959

0.9988

0.9883

0.9895

105

-79

0.9974

CAD

1.0387

1.0415

1.0335

1.0382

80

-5

1.0387

SGD

1.3034

1.3092

1.3032

1.3082

60

50

1.3032

IDR

9075

9120

9060

9065

60

30

9035

GOLD

1599.85

1608.95

1583.80

1593.40

25.15

-5.25

1598.65

SILVER

29.69

29.76

28.68

28.78

1.08

-0.92

29.70

OIL

93.76

94.62

92.54

94.14

2.08

0.36

93.78

CURRENCY CROSSES RANGE TRADING

Currency

Open

High

Low

Close

Range

Change

Previous

EUR / JPY

101.42

101.60

101.24

101.46

36

4

101.42

EUR / CHF

1.2203

1.2213

1.2151

1.2183

62

-21

1.2204

EUR / GBP

0.8396

0.8416

0.8376

0.8387

40

-4

0.8391

CHF / JPY

83.00

83.34

82.87

83.27

47

15

83.12

AUD / JPY

77.50

77.81

77.09

77.23

72

-34

77.57

GBP / CHF

1.4524

1.4555

1.4480

1.4529

75

5

1.4524

GBP / JPY

120.72

121.11

120.45

120.92

66

12

120.80

 

GLOBAL MARKET INDICES RANGE TRADING

Currency

Open

High

Low

Close

Range

Change

Previous

ISSIamH2

8355

8360

8260

8340

90

-80

8420

ISSIpmH2

8335

8360

8260

8315

75

-25

8340

.N225

8320.31

8334.48

8296.12

8296.12

38.36

-105.6

8401.72

NIYH2

8345

8360

8265

8275

95

-80

8355

KSH2

236.25

296.90

225.90

231.00

71

-6.95

237.95

HSIZ1

18010

18101

17778

18069

323

-191

18260

.HSI

180553.64

18092.35

17821.52

18070.21

270.83

-215.18

18285.39

.JKSE

3768.264

3773.797

3753.276

3770.287

111.883

1.933

3768.354

DJZ1

11793

11854

11659

11703

195

-75

11778

.DJI

11866.54

11925.88

11735.19

11766.26

190.69

-100.13

11866.39

NQZ1

2235.00

2249.75

2203.25

2214.25

46.5

-18.5

2232.75

.IXIC

2564.07

2570.65

2518.01

2523.14

52.64

-32.19

2555.33

ESZ1

1212.00

1219.25

1194.75

1198.75

24.5

-12.25

1211.00

USD

80.12

80.493

80.124

80.346

0.369

0.202

80.144

Date

WIB

Loc

Economic Data

Period

Impact

Actual

Forecast

Val

Last

Monday

Dec, 19th

16.00

EZ

Current Account nsa

Oct

Low

+1.7

-1.8

Bln

-0.7

EZ

Current Account sa

Oct

Med

-7.5

-8.0

Bln

2.2

EZ

Net Investment Flow

Oct

Med

-32.1

N/F

Bln

13.0

22.00

US

NAHB Housing Index

Oct

Low

21

20

Ind

19

Tuesday

Dec, 20th

07.01

GB

Nationwide Cons Confidence

Nov

Med

N/F

Ind

45.0

14.00

DE

GfK Cons Sentiment Index

Jan

Med

5.5

Ind

5.6

DE

PPI m/m

Nov

Med

0.1

%

0.2

DE

PPI y/y

Nov

Low

5.2

%

5.3

14.00

CH

Swiss Trade Balance

Nov

Med

2470

Mln

2150

15.30

HK

Hong Kong CPI

Nov

Low

N/F

%

5.8

16.00

DE

Ifo Business Climate

Dec

High

106.1

Ind

106.6

DE

Ifo Current Condition

Dec

Med

116.0

Ind

116.7

DE

Ifo Expectation

Dec

Med

97.0

Ind

67.3

18.00

GB

CBI Distributive Trade

Dec

Med

-13

Ind

-19

19.45

US

ICSC/GS Report

w/e

Low

N/F

%

-0.1

20.30

US

Housing Starts

Nov

Med

0.635

Mln

0.628

US

Building Permits

Nov

High

0.635

Mln

0.644

20.55

US

Redbook mm

w/e

Low

N/F

%

-2.8

Wednesday

Dec, 21st

06.50

JP

Trade Balance Total

Nov

Med

-450.0

Bln

-273.8

JP

Exports y/y

Nov

Med

-4.0

%

-3.7

JP

Imports yy

Nov

Low

8.7

%

17.9

07.01

GB

GfK Survey

Dec

Med

-32

Ind

-31

10.30

JP

BOJ Rate Decision

Dec

High

0-0.10

%

0-0.10

16.30

GB

BOE MPC Vote

Dec

High

0-0-9

Vot

0-0-9

16.30

GB

PSNCR

Nov

Med

N/F

Bln

-0.64

GB

PS Net Borrowing

Nov

High

6.70

Bln

3.40

GB

PSNB-Ex

Nov

Med

N/F

Bln

6.498

19.00

US

Mortgage Index

w/e

Low

N/F

Ind

US

Refinancing Index

w/e

Low

N/F

Ind

22.00

US

Existing Home Sales

Nov

High

5.08

Mln

4.97

US

Crude Oil Inventories

w/e

Med

N/F

Mln

-1.9

Thursday

Dec, 22nd

16.30

GB

Current Account

Q3

High

-5.2

Bln

-2.02

GB

GDP q/q

Q3

Med

0.5

%

0.5

GB

GDP y/y

Q3

Med

N/F

%

0.5

20.30

US

Real GDP qq

Q3

Med

2.0

%

2.0

US

Implicit Deflator

Q3

Low

2.5

%

2.5

US

Final Sales

Q3

Low

3.6

%

3.6

US

PCE Price Index

Q3

Low

2.3

%

2.3

US

Core PCE Prices

Q3

Low

2.0

%

2.0

20.30

US

Corporate Profits

Q3

Med

N/F

%

3.0

20.30

US

Initial Claims

w/e

High

376

K

366

20.30

US

Chicago Fed Index

Nov

Low

N/F

Ind

-0.13

21.55

US

U-Mich. Sentiment

Dec

Med

N/F

Ind

67.7

US

Current Conditions

Dec

Low

N/F

Ind

77.9

US

Expectations

Dec

Low

N/F

Ind

61.1

22.00

US

Leading Indicators

Nov

Low

0.3

%

0.9

KEY INDICATORS

DEFINITION

Ifo Business Climate Index

Level of a composite index based on surveyed manufacturers, builders, wholesalers, and retailers. It’s a leading indicator of economic health – businesses react quickly to market conditions.  (Actual > Forecast = Good for currency)

Building Permits

Measures annualized number of new residential building permits issued during the previous month. (Actual > Forecast = Good for currency)