Market Review Today : Agensi Rating Kurang Puas Terhadap Hasil KTT Uni Eropa

(berita di sadur dari bloomberg news, dan reuters)

Euro Terpukul Kecemasan Memburuknya Krisis

Euro melemah dan sepertinya akan terus tertekan akibat hasil pertemuan Eropa yang kembali kecewakan investor dan picu aksi jual obligasi pemerintah Italia dan negara lainnya. Uni Eropa berhasil sepakati pakta fiskal demi pastikan dijalankannya disiplin fiskal dan berikan pinjaman bilateral senilai €200 milyar kepada IMF untuk bantu atasi krisis utang. Namun ketidakpastian akan berlarutnya proses yang dibutuhkan untuk jalankan pakta fiskal, kurangnya kebijakan untuk bantu perbankan Eropa, dan tidak adanya komitmen dari ECB untuk lakukan program pembelian obligasi dalam skala besar membuat euro kembali tertekan. “Ada perasaan negatif terhadap euro paska pertemuan puncak Uni Eropa. Investor sebelumnya harapakan adanya solusi kredibel untuk akhiri krisis, namun kembali dikecewakan,” ujar strategis UBS, Beat Siegenthaler. “Euro akan lanjutkan pelemahan akibat tidak adanya solusi mutakhir dari pertemuan Eropa dan ECB yang dapat mengubah sentimen; terutama dengan krisis utang zona-euro yang akan kembali memburuk,” turur Lee Hardman, strategis BTM-UFJ.

Franc Melemah Jelang Pertemuan SNB

Franc melemah terhadap dollar seiring investor khawatirkan ancaman resesi Eropa setelah pertemuan puncak Eropa gagal berikan solusi untuk akhiri krisis utang. Moody’s katakan pertemuan Eropa berikan sedikit kemajuan tapi tidak merubah resiko revisi peringkat kredit. Bahkan bagusnya data tenaga kerja Swiss tidak berhasil berikan sentimen positif bagi franc.

Badan pusat statistik laporkan jumlah tenaga kerja bertambah menjadi 4,05 juta di kwartal Q3 2011, lebih baik dari prediksi 2,79 juta. Investor juga khawatir dengan kemungkinan Swiss National Bank yang akan mencoba lemahkan franc pada pertemuan 15 Desember nanti. Laporan dalam dua minggu terakhir tegaskan ancaman deflasi dan dan lambatnya pertumbuhan ekonomi yang dapat memaksa SNB untuk mengekang apresiasi franc. Menteri Keuangan Eveline Widmer-Schlumpf telah utarakan kebijakan suku bunga negatif dan kontrol modal sedang dikaji sebagai cara untuk melawan penguatan franc. Ini tentunya makin tegaskan ekspektasi SNB untuk sesuaikan batas bawah nilai tukar franc terhadap euro dari target sekarang 1.20

 Aussie Tertekan Seiring Surplus Menyempit

Dollar Australia berbalik melemah cukup tajam dalam perdagangan awal pekan ini setelah rilis sebuah laporan menunjukkan berkurangnya surplus perdagangan Australia, yang kian mempertegas tanda-tanda bahwa krisis hutang Eropa telah membebani pertumbuhan global. Upaya bursa Asia melanjutkan rally global sempat membantu Aussie membatasi penurunan, meski itu pun tidak dapat bertahan lama. Performa Aussie sempat terangkat pada akhir pekan lalu ketika pemimpin Eropa menyepakati pemberlakuan aturan anggaran yang ketat dan peningkatan fasilitas dana penyelamatan Eropa sebagai upaya mengatasi krisis hutang di Eropa.

“Krisis Eropa terlihat semakin membebani perekonomian Australia,” kata Imre Speizer, analis Westpac Banking Corp. di Auckland. “Dan hal tersebut membuat rally akhir pekan yang nampak sangat kuat pada mata uang Pasifik Selatan harus terhenti.”

Langkah Kesepakatan Eropa Cerahkan Bursa Asia Bursa Asia mengalami kenaikan pada hari Senin menyusul kesepakatan langkha Eropa menuju penggabungan fiskal memicu minat investor terhadap aset beresiko, namun kenaikan terbatasi kecemasan rapuhnya negara zona Eropa sehingga tidak dapat mencegah penyebaran krisis hutang. 26 dari 27 pemimpin Uni Eropa pada hari Jumat sepakat untuk memperketat aturan anggaran zona euro dan juga meminta negara zona Eropa dan lainnya untuk menyediakan pinjaman hingga 200 milyar euro sebagai pinjaman bilateral pada International Monetary Fund (IMF) untuk membantu mengatasi krisis.Bagaimanapun, bursa saham utama Cina ditutup turun 1% pada level terendah sejak Maret 2009 dalam perdagangan bervolume rendah, dengan kecemasan investor mengenai kemungkinan respon kebijakan dari pihak Beijing setelah data pekan lalu mengacau pada resiko serius perlambatan industri.  Saham Hong Kong ditutup turun, memangkas gain setelah Shanghai Composite Index ditutup di bawah level support penting 2,300.Saham rata-rata Nikkei Jepang naik setelah pemimpin di Eroap menyetujui konsep perjanjian yang baru untuk memperdalam integritas ekonomi, namun pelaku pasar mengatakan koreksi short-covering mungkin tidak dapat bertahan lama mengingat kesepakatan tersebut bukanlah solusi untuk krisis hutang jangka panjang kawasan. Nikkei ditutup di bawah MA75 hari seiring tanda investor masih belum yakin bahwa krisis hutang di Eropa akan segera berakhir. Saham Seoul ditutup naik, terdukung oleh kesepakatan pada KTT Uni Eropa untuk penggabungan fiskal dan meningkatkan kapasitas bantuan IMF. Gain didukung oleh sektor teknologi, dengan Samsung Electronics naik 2.9% dan LG Electronics naik 4.5%.Wall Street Terlepas Dari Level Rendah, Namun Masih Ditutup TurunRally agresif Wall Street selama 2 pekan harus terhenti pada hari Senin, dalam aksi jual bervolume rendah yang dipicu oleh kecemasan bahwa Eropa masih jauh dari penyelesaian krisis hutang. Bursa saham AS ditutup cukup jauh dari level rendah sesi, namun Dow masih ditutup turun 160 poin dan saham sektor teknologi juga tertekan. Saham sektor keuangan membawa Standard & Poor’s 500 dan Dow industrials turun, sementara Nasdaq terpukul seiring saham semikonduktor yang anjlok hampir 4%. Penyebabnya adalah: investor yang cemas KTT Uni Eropa hari Jumat lalu sia-sia, dengan tidak adanya solusi jangka panjang yang dihasilkan untuk mengatasi menumpuknya hutang pemerintah dalam neraca nasional. “Nampaknya mimpi buruk bagi Eropa belum selesai, dengan investor kembali mengkaji respon posifitf pada awalnya di hari Jumat,” ucap Andrew Wilkinson, kepala ekonom Miller Tabak. “Euro kembali berputus asa seiring investor mempertimbankan prospek pemangkasan suku bunga lanjutan sebagai alasan untuk menjual.””Kita sedang berada dalam periode musiman dimana seharusnya kita menikmati rally Santa Claus, namun kenyataannya tidak,” ucap Keith Springer, presiden pada Springer Financial Advisory di Sacramento, Calif. Petinggi “menolak memberikan apa yang diinginkan pasar, dan sedikit melegakan bahwa mereka mengatahui apa yang sedang terjadi dan sedang mengendalikannya,” tambahnya. Saham Intel tenggelam setelah memangkas outlook laba-nya dan UBS menurunkan perkiraan untuk perusahaan Intel pada kuartal pertama tahun 2012. Saham Intel memimpin penurunan pada Nasdaq dengan indeks semikonduktor Dow Jones turun 3.5%.AGENDA ON DECEMBER 13th 2011

Vienna – 75th Meeting of the Ministerial Monitoring Sub-Committee

Vienna – OPEC Publishes Monthly Oil Market Report.

U.S       – Federal Reserve’s Federal Open Market Committee (FOMC) holds one-day meeting on interest rates;

announces decision interest rates and issues policy statement at 0215 WIB, Washington

Agensi Rating Kurang Puas Terhadap Hasil KTT Uni Eropa

Investor sedang menanti kemungkinan downgrade besar-besaran negara zona Eropa pekan ini setelah pemimpin Uni Eropa gagal menghasilkan langkah tegas untuk mengatasi krissi hutang kawasan. Moody’s Investors Service pada hari Senin mengatakan niatnya untuk mengkaju ulang rating semua 27 negara anggota Uni Eropa pada kuartal pertama tahun 2012 setelah pemimpin Uni Eropa hanya menghasilkan “sedikit kebijakan baru” dalam untuk mengatasi krisis.

Fitch Ratings mengatakan KTT Uni Eropa yang menyepakati perjanjian baru gagal untuk memberikan solusi yang “komprehensif” terhadap krisis, maka dari itu meningkatkan tekanan jangka pendek pada rating kredit zona Eropa. Standard & Poor’s, yang pekan lalu memperingatkan kemungkinan downgrade 15 negara zona Eropa segera setelah KTT, masih belum mengumumkan keputusannya. Moody’s mengatakan hasil dari KTT tersebut tidak mengubah pandangannya bahwa resiko perpecahan zona Eropa terus meningkat.

Emas Anjlok 3% Dalam Kecemasan Eropa

Emas anjlok sebanyak 3% pada hari Senin, menuju penurunan harian terbesar dalam hampir selama 3 bulan, seiring penguatan dollar di tengah keraguan terhadap zona Eropa memicu penembusan teknikal. Order stop-sell di bawah $1,700 per ons mendorong emas ke level rendah sejak akhir Oktober, seiring investor bursa saham melikuidasi posisi emas untuk menutupi kerugian pada bursa saham dan komoditas lainnya.

Investor emas yang cemas telah berpacu membeli put options dan put spreads untuk membatasi resiko penurunan. Pada grafik, pola teknikal bearish dapat membawa menuju penurunan $100 dari level saat ini, ucap trader. “Dalam jangka pendek, kami yakin emas akan bergerak turun setikdanya menuju area $1,615 atau mungkin lebih,” ucap Tom Fitzpatrick, kepala strategis teknikal pada CitiFX, unit riset Citigroup. “Pola head-and-shoulder menandakan kita sedang menuju level rendah bulan September atau di bawah $1,550 per ons,” ucapnya.

Dollar Kokoh, Minyak Tertekan

Harga minyak mentah turun pada hari Senin, tertekan oleh kecemasan atas kesepakatan di Eropa mengenai penggabungan fiskal tidak dapat mengatasi krisis hutang dan mungkin akan memperdalam perlambatan kawasan. Kesepakatan KTT Uni Eropa pekan lalu untuk mengetatkan disiplin anggaran gagal untuk mengembalikan kepercayaan pasar pada hari Senin. Trader mengatakan European Central Bank mengintervensi dengan membeli obligasi Italia berjangka pendek seiring kenaikan pada yield obligasi Italia dan Spanyol.

Kecemasan muncul bahwa ketatnya kontrol anggaran dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah, dan juga menekan tingkat permintaan minyak. “Langkah pengetatan mungkin akan berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi dan akan membuat tahun 2012 sebagai tahun yang sulit bagi perekonomian,” ucap Philippe Gijsels, kepala riset BNP Paribas Fortis Global Markets.