Market Review “HARAPAN BARU BAGI EURO”

Disadur dari edukasi dan riset MIF

China Hadirkan Harapan Baru Bagi Euro

Euro mengakhiri perdagangan hari Jumat lebih tinggi menyusul munculnya spekulasi bahwa China akan membentuk lembaga investasi baru yang dapat menyediakan dana lebih banyak guna membantu negara-negara zona Euro yang terlilit hutang, meski begitu apresiasi mata uang tunggal ini tetap rentan mengingat solusi yang dihasilkan dalam KTT Uni Eropa masih sulit dipahami pasar. Menurut berita dari Reuters, People’s Bank of China telah berencana untuk menciptakan lembaga yang akan mengelola $300 milyar dana investasi di AS dan Eropa. Sementara kesepakatan yang tercapai di antara 27 negara Uni Eropa atas penegakan aturan anggaran zona Euro yang ketat nampaknya masih belum mampu merubah pandangan investor, yang mengharapkan adanya solusi yang cepat dan jelas terhadap krisis hutang.

Sejumlah analis juga berpendapat bahwa apa yang telah dilakukan para pemimpin Uni Eropa mungkin belum cukup meyakinkan European Central Bank untuk meningkatkan pembelian obligasi secara signifikan sebagai upaya meredam gejolak di pasar obligasi. “Hasil KTT dan juga konferensi pers ECB hari Kamis mungkin kian memperbesar peluang bagi S&P untuk men-downgrade sebagian besar negara-negara zona Euro dalam beberapa hari mendatang,” kata Adam Cole, kepala strategi forex RBC Capital Markets.

Sterling Abaikan Data Perdagangan Inggris

Poundsterling kembali mendominasi Greenback seiring sedikit membaiknya sentimen terhadap resiko yang dipicu spekulasi bahwa China akan membentuk lembaga investasi baru guna menyediakan dana bantuan bagi negara-negara zona Euro.

Kendati demikian, pemulihan yang coba diperlihatkan Pound nampaknya masih akan terbatas mengingat hasil KTT Uni Eropa yang kurang mengesankan pasar. “Sterling mungkin masih cenderung sideways, setelah gagal memanfaatkan momentum. Apalagi sentimen resiko juga belum benar-benar pulih,” kata Richard Wiltshire, kepala broker forex pada ETX Capital. “Hasil pertemuan para pemimpin Uni Eropa juga sedikit mengecewakan, mengingat pasar mengharapkan adanya solusi yang lebh agresif.” Sebelumnya, Sterling justru tidak banyak bereaksi ketika rilis data pemerintah menunjukkan ekspor Inggris yang melonjak ke rekor tertinggi di bulan Oktober, yang membantu memperkecil defisit perdagangan Inggris ke level terendah sejak pencatatan data ini dimulai.

Pemerintah Jepang Awasi Yen dan Eropa Dengan Seksama

Seorang pejabat senior Jepang pada hari Jumat mengatakan bahwa pemerintah akan memantau secara ketat dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh apresiasi Yen, kecemasan hutang Eropa dan bencana banjir di Thailand.

“Pemerintah masih kesulitan dalam memastikan efek apresiasi yen sejak bulan Juli lalu terhadap belanja perusahaan,” kata Hiroshi Ogushi, sekretaris parlemen Kantor Kabinet. “Pemerintah tetap memantau pergerakan Yen dengan ekstra hati-hati, untuk melihat bagaimana krisis fiskal di Eropa telah menambah apresiasi Yen dan juga efek dari banjir Thailand.”Pernyataan Ogushi tersebut datang setelah pemerintah mengumumkan revisi GDP kuartal ketiga Jepang yang sedikit melambat akibat penurunan belanja modal perusahaan.

Kesepakatan Eropa Kecewakan Asia

Bursa saham Asia melemah akibat munculnya keraguan pemimpin Eropa dapat berikan solusi kredibel untuk atasi krisis utang zona-euro. Investor kecewa setelah beredarnya laporan Uni Eropa tidak akan berikan lisensi perbankan bagi dana bailout. Meski demikian, Eropa utarakan kemungkinan pemberian dana hingga €200 miliar bagi IMF.

Nikkei turun 1,5% setelah kesepakatan integrasi fiskal zona-euro gagal kembalikan kepercayaan investor akan kemampuan Eropa akhiri krisis utang. Teijin menguat 1,2% akibat laporan perusahaan telah tanda-tangani kesepakatan dengan General Motors untuk bersama-sama kembangkan serat karbon bagi mobil. Tepco naik 1,2% setelah menteri perdagangan Jepang katakan tidak ada persiapan untuk suntikkan dana publik kepada operator pabrik nuklir Fukushima tersebut.

Kospi melemah 2% akibat kembali munculnya kekhawatiran atas krisis utang zona-euro setelah ECB tidak umumkan kebijakan pembelian obligasi pemerintah dalam skala besar. Sentimen pun tergerogoti setelah bank sentral Korea Selatan memotong target pertumbuhan GDP untuk 2012 menjadi 3,7%, lebih rendah dari estimasi sebelumnya 4,6%. Namun, Samsung Electronics berhasil kurangi penurunan setelah pengadilan Australia mencabut larangan penjualan tablet Galaxy-nya di negara Kangguru tersebut; ini merupakan kemenangan berikutnya setelah pengadilan AS anulir keinginan Apple untuk melarang penjualan tablet produksi Samsung di negara Paman Sam.

Hang Seng jatuh 2,7% akibat merebaknya kecemasan akan gagalnya pertemuan Eropa untuk temukan solusi masalah utang yang telah berlangsung selama dua tahun. Investor juga khawatir dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi Cina meski inflasi melambat ke level terendah dalam setahun terakhir.

 Wall Street Naik Untuk Minggu Kedua Pasca Kesepakatan Uni Eropa

Bursa saham ditutup dekat level tinggi pada hari Jumat, begerak naik dengan stabil sepanjang sesi, didukung oleh data sentimen konsumen yang bagus dan seiring investor yang mulai lega menyusul rencana terbaru dari Eropa untuk mengatasi krisis hutang. Ketiga indeks utama mencetak kenaikan yang cukup mengesankan untuk minggu kedua. “Pada permukaan, ampaknya pasar berada pada arah yang benar, namun jika melihat lebih dalam, masih banyak ketidakpastian mengenai bagaimana cara menerapkan kesepakatan dan ada keretakan pada pondasi Uni Eropa,” ucap Matthias Kuhlmey, direktur manajer pada HighTower. “Sehingga kesimpulannya, bursa saham akan tetap volatile untuk waktu yang lama dan masih banyak pertanyaan yang tersisa.”

26 dari 27 negara Uni Eropa setuju untuk mempererat integrasi dengan disiplin anggaran yang lebih ketat pada zona euro, namun Inggris mengatakan negaranya tidak dapat menerima amandemen perjanjian Uni Eropa setelah gagal mendapat seluruh persetujuan. Perdana Menteri Inggris David Cameron menambahkan bahwa Inggris tidak akan pernah berbagung dengan euro, pernyataan yang langsung menuai kritik di Brussels. Dengan Inggris yang merupakan negara ekonomi terbesar ketiga di Eropa, memilik keluar dari proses fiskal, akan muncul pertanyaan mengenai kekompakan blok Eropa.

“Selama skenario bencana tidak ada, pasar dapat kembali fokus pada fundamental, dan itu berkat KTT Uni Eropa,” ucap Aaron Gurwitz, kepala investasi pada Barclays Wealth Management. “Walaupun, menurutku untuk beberapa hari kedepan KTT Uni Eropa tidak memiliki dampak yang besar lagi.” Sementara itu, agensi rating Moody’s memangkas peringkat 3 bank Perancis, mengatakan kredibilitas mereka diragukan seiring rapuhnya lingkungan operasi keuangan negara Eropa.

ECB Dikabarkan Membatasi Program Pembelian Obligasi

European Central Bank membatasi pembelian obligasi mingguannya sejumlah 20 milyar euro dan petinggi zona Eropa menginginkan ECB dengan likuiditasnya yang besar untuk membeli lebih banyak hutang pemerintah, menurut sumber ECB hari Jumat. ECB telah membeli obligasi senilai kurang dari 22 milyar euro pada tiap minggunya sejak kembali mengaktifkan program pembelian obligasi di bulan Agustus lalu untuk membantu Italia dan Spanyol.

Sumber dari ECB mengatakan akan terus membeli maksimum 20 milyar euro untuk saat ini dan tidak mempertimbangkan aksi yang lebih besar sebagai respon dari keputusan KTT Uni Eropa untuk menciptakan penggabungan fiskal. Pihak Eropa berhasil mencapai kesepakatan untuk mengubah perjanjian guna memperdalam integrasi ekonomi Eropa yang lebih, terkecuali Inggris yang menolak bergabung bersama 26 negara lainnya. “Kita sedikit banyak telah mengantisipasi hasil tersebut,” ucap salah satu sumber ECB. “Menurut kami tidak perlu melakukan penyesuaian baru.” Program pembelian oblgiasi ECB akan tetap pada level minggu yang telah ditetapkan Governing Council, ucap sumber kedua.

Emas Pulih Bersama Euro

Emas naik pada hari Jumat menyusul penurunan pada sesi lalu, bergerak naik mengikuti rally pada bursa saham seiring pemimpin di Eropa setuju untuk mempererat kesatuan ekonomi, dan seiring sentimen konsumen di AS menyentuh level tinggi 6 bulan.

Emas mengikuti kenaikan pada S&P 500 setelah Uni Eropa mencapai kesepakatan untuk merancang kesepakatan baru guna menciptakan penggabungan fiskal di zona Eropa, namun Inggris masih menolak bergabung dengan 26 negara lainnya. “Korelasi bursa saham dengan komoditas termasuk emas kian erat menjelang akhir tahun dikarenakan oleh berita yang keluar. Seiring investor memulai tahun baru, emas akan beranjak naik seiring naiknya prospek inflasi,” ucap Carlos Perez-Santalla, broker emas pada PVM futures.

Data Sentimen Konsumen AS Lejitkan Minyak

Harga minyak naik terbanyak dalam lebih dari sepekan setelah laporan menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan diantara konsumen AS naik ke level tertinggi dalam 6 bulan dan seiring kesepakatan di Eropa untuk menambah dana bantuan serta mengetatkan aturan anggaran. Minyak naik sebesar 1.1% pasca indeks sentimen konsumen Thomson Reuters/University of Michigan naik menjadi 67.7 di bulan Desember dari 64.1 pada akhir bulan lalu. Negara zona Eropa mengumumkan langkah untuk mengatasi krisis hutang kawasan tanpa mendapat kesepakatan dari seluruh angorta Uni Eropa.

“Data kepercayaan konsumen adalah sinyal positif lainnya mengenai perkeonomian AS,” ucap Gene McGillian, analis dan broker pada Tradition Energy di Stamford, Connecticut. “Harga minyak sempat naik turun pada awal sesi seiring investor berusaha menebak hasil KTT di Eropa. Kesepakatan ini memberikan kelegaan pada pasar.”