Market Review

(disadur dari tim edukasi MIF)

Komentar Draghi Hempaskan Euro

Euro anjlok ke level terendah 1-minggu terhadap Dollar AS pada hari Kamis setelah Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bahwa bank sentral tidak berencana untuk melakukan pemangkasan suku bunga lebih lanjut, sementara wacana untuk memperlonggar kebijakan tidak memperoleh dukungan suara bulat dari pembuat kebijakan. Draghi mengatakan jika dirinya tidak merasa telah mensinyalkan ekspansi pembelian obligasi guna memacu pertumbuhan mengingat perjanjian Uni Eropa melarang “pembiayaan moneter” oleh bank sentral. Dalam kesempatan yang sama, Draghi juga menambahkan bahwa ECB hanya dapat menawarkan pinjaman dana bagi sektor perbankan sebanyak yang dibutuhkan untuk jangka waktu 3 tahun dan melonggarkan peraturan tentang jaminan pada pendanaan operasi yang bertujuan meredam ketegangan di pasar obligasi.

“Tidak adanya sinyal jelas yang dilontarkan ECB mengenai peningkatan pembelian obligasi telah mengecewakan pasar,” kata Lee Hardman, analis mata uang pada Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. di London. “Sedangkan langkah-langkah untuk meredam kecemasan terhadap pendanaan sektor perbankan sebagian besar masih sesuai dengan perkiraan.”

Keputusan BoE Mengecewakan Sterling

Poundsterling merosot lebih dari 0,5% versus Greenback pada hari Kamis, untuk mengikuti jejak Euro yang tertekan oleh aksi jual menyusul merebaknya kekecewaan pasar setelah European Central Bank mensinyalkan tidak akan bertindak lebih agresif untuk membendung krisis hutang di kawasan Eropa.

Sementara Pound justru tidak banyak bereaksi ketika BoE mengumumkan keputusan untuk menahan suku bunga pada 0,5%, dan melanjutkan program pembelian aset senilai £275 milyar. Keputusan yang telah diperkirakan tersebut, membuat fokus pasar tetap tertuju pada Euro dan ECB. “Mengingat prospek pertumbuhan Inggris yang masih cukup lemah, QE lanjutan menjadi sangat mungkin,” kata Paul Robinson, kepala riset forex Eropa pada Barclays Capital. “Bagaimanapun, sistem politik di Inggris membuat tindakan agresif di sektor fiskal menjadi jauh lebih mudah dibandingkan di zona Euro dan AS.”

 SBI Tetap, Rupiah Pun Mantap

Rupiah diperdagangkan menguat terhadap mata uang AS setelah Bank Indonesia menahan diri dengan tidak merubah suku bunga acuan dalam rapat kebijakan hari Kamis. Sesuai perkiraan, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada level 6% di bulan Desember menyusul pemangkasan 50 basis poin di bulan November.

“Dengan ekspektasi inflasi tahun depan yang naik dan untuk menjaga stabilitas Rupiah, keputusan menahan suku bunga Saya rasa sudah cukup tepat,” kata Juniman, pengamat & kepala ekonom pada PT. Bank Internasional Indonesia. “Mengendalikan Rupiah menjadi pekerjaan yang tidak mudah bagi BI setelah mereka memangkas suku bunga dalam 2 bulan terakhir, di tengah gejolak Eropa.” Sebelumnya, spekulasi intervensi oleh bank sentral telah membantu Rupiah mengurangi sebagian pelemahan dalam 3 sesi perdagangan terakhir. Pada 30 November lalu, Gubernur BI Darmin Nasution menyatakan bahwa bank sentral berencana lebih intensif dalam melakukan intervensi pasar guna menjaga nilai tukar Rupiah.

Asia Tergelincir Jelang Pertemuan Eropa

Bursa saham Asia tergelincir akibat munculnya keraguan apakah pemimpin Eropa dapat setujui rencana kredibel demi akhiri krisis utang. Aksi profit-taking cukup marak seiring investor tidak ingin mengambil terlalu banyak resiko jelang pengumuman kebijakan moneter ECB dan pertemuan Uni Eropa.

Nikkei turun 0,7%, tertekan aksi profit-taking jelang peristiwa penting di Eropa. Lemahnya data pesanan pabrikan Jepang juga gerogoti sentimen dan ini lemahkan saham produsen mesin seperti Komatsu  yang turun 0,7%. Tokyo Electric Power anjlok 11,3% akibat kekhawatiran nasionalisasi setelah beredarnya laporan pemerintah akan suntikan dana setidaknya ¥1 triliun yen bagi operator nuklir Fukushima. Namun, Olympus menguat 4.4% setelah dewan direksi isyaratkan keinginan untuk mundur akibat skandal akuntansi bernilai $1.7 miliar.

Kospi melemah 0,4% seiring investor ambil sikap defensif jelang pertemuan puncak Uni Eropa. Bank of Korea kembali pertahankan suku bunga di level 3,25% untuk bulan keenam meski telah muncul sinyal perlambatan ekspor dan stagnannya permintaan domestik. LG Display melorot 5,1% akibat beredarnya isu penerbitan saham meski perusahaan telah membantah rumor tersebut. KT Corp turun 2.6% akibat tertundanya layanan jasa LTE.

Hang Seng turun 0,7%; rendahnya volume perdagangan isyaratkan kewaspadaan investor jelang publikasi data ekonomi Cina dan pertemuan Eropa. Li & Fung merosot 4,9% setelah beredarnya kabar Temasek Holdings ingin kumpulkan dana senilai $468 juta dari penjualan obligasi yang dimilikinya di perusahaan penyuplai retailer terkemuka tersebut. Cosco Holdings menguat akibat menariknya valuasi yang dorong investor untuk koleksi saham perusahaan.

Memudarnya Harapan KTT Uni Eropa

Menekan Wall Street Turun

Bursa saham AS terjungkal pada menit terakhir perdagangan untuk mencetak penurunan tajam pada hari Kamis setelah pihak Jerman menolak sebagian dari rancangan kebijakan KTT Uni Eropa dan seiring komentar dari presiden ECB Mario Draghi memupuskan harapan bahwa bank sentral dapat menambah program pembelian obligasinya. Menurut rancangan KTT Uni Eropa yang sempat bocor, pemimpin di Eropa bertekad menuju “kesepakatan fiskal yang baru” dan memperkuat mekanisme bantuan, menurut laporan Reuters. Bagaimanapun, salah satu pejabat senior Jerman langsung menolak rancangan kebijakan tersebut. Investor telah fokus kepada KTT Uni Eropa sepanjang pekan, yang telah dimulai dengan makan malam bersama dan dijadwalkan berlanjut pada hari Jumat. Pemimpin di Eropa akan berusaha sepakat mengenai rencana mengatasi krisis, dengan Perancis dan Jerman mendesak adanya perbahan peraturan untuk memperketat disiplin anggaran kawasan.

“Kita mungkin akan melihat adanya rally jangka pendek, namun saya ragu resolusi KTT Uni Eropa dapat memuaskan semua orang, mengingat banyaknya perspektif yang berbeda,” ucap Jay Wong, manajer portofolio Payden Value Leaders Fund. Namun Wong “sedikit optimis” mengenai rally menjelang akhir tahun, ia mengingatkan rally susah bertahan mengingat volatilitas pasar. Sebelumnya, Presiden ECB Mario Draghi mengatakan ia tidak mensinyalkan penambahan program pembelian obligasi pekan lalu pada konferensi pers pasca keputusan suku bunga, menandakan bahwa ia mengurungkan niat pembelian obligasi secara agresif oleh ECB. Draghi juga mengatakan outlook zona Eropa “masih penuh ketidakpastian dan resiko penurunan yang besar.”

AGENDA ON DECEMBER 09th 2011

Tokyo    – Bank of Japan Deputy Governor Kiyohiko Nishimura speaks in a seminar – 1200 WIB

Belgium – Summit of EU heads of state and Government, Brussels, Belgium

Vienna  – Austrian Central bank holds news conference on economic forecasts with ECB Governing

Council member Ewald Nowotny – 1600 WIB

Jumlah Klaim Pengangguran Mingguan AS

Turun Ke Level Rendah 9-Bulan

Jumlah klaim pengangguran di AS turun ke level rendah 9 bulan pekan lalu, menurut laporan pemerintah hari Kamis, menandakan pemulihan pasar buruh mendapatkan momentum. Jumlah klaim pengangguran turun sebanyak 23,000 menjadi 381,000, menurut Dep.Tenaga Kerja, level terendah sejak akhir Februari. Data pekan lalu direvisi naik menjadi 404,000 dari sebelumnya pada 402,000. Ekonom memperkirakan jumlah klaim berkurang menjadi 395,000 pada pekan lalu.

Laporan ini dirilis menyusul data pekan lalu yang menunjukkan kenaikan tingkat perekrutan pekerja dan penurunan tajam tingkat pengangguran menjadi 8.6% di bulan November, mengacu pada pemulihan sektor yang merupakan titik lemah pemulihan ekonomi. Penurunan jumlah klaim pekan lalu menghapus kenaikan pada 2 pekan sebelumnya, dan menyeret jumlah klaim turun ke bawah level 400,000 yang biasanya diartikan sebagai membaiknya kondisi pasar buruh. Data ini merupakan data terbaru yang menandakan pertumbuhan ekonomi bertambah cepat pada kuartal ini setelah GDP berekspansi pada tingkat tahunan 2% di kuartal ketiga.

Emas Kecewa Terhadap Kabar Dari Eropa

Emas anjlok sekitar 1.5% pada hari Kamis, menuju penurunan harian terbesar dalam 3 pekan, setelah European Central Bank memupuskan harapan adanya aksi yang lebih dramatis dalam mengatasi krisis hutang zona Eropa.

Emas sempat naik sebanyak 1% setelah ECB memangkas suku bunga dan mengatakan akan menawarkan bank-bank dana jangka panjang. Bagaimanapun, rally kehilangan tenaga setelah presiden ECB Mario Draghi mengurangi ekspektasi bank sentral akan menambah jumlah pembelian obligasinya. “Berita yang keluar dari Eropa sangat mengagumkan, dapat menghentikan rally emas dan membuat emas berbalik turun,” ucap Fred Schoenstein, trader pada Heraeus Precious Metals Management. “Investor cenderung membeli emas sekitar MA50 hari. Jika emas menembus ke bawah level tersebut, kita dapat melihat aksi jual lebih lanjut.”

Kecemasan Ekonomi Masih Hantui Minyak

Harga minyak mentah untuk hari kedua pada hari Kamis seiring pemangkasan suku bunga oleh ECB dan berkurangnya jumlah klaim pengangguran di AS gagal memulihkan selera resiko investor. Keresahan merasuki pasar seiring pemimpin Uni Eropa mulai berkumpul untuk KTT yang diperkirakan akan menghasilkan solusi yang kredibel terhadap krisis hutang kawasan.

“Meski ECB memangkas tingkat suku bugna dan mempermudah syartt pinjaman, pasr masih cemasan menjelang KTT Uni Eropa hari Jumat dan tidak semua ekspektasi bullish,” ucap Tim Evans, analis engeri paga Citi Futures Perspective, New York. Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso mengajukan agar pemimpin di Eropa mengesampingkan perbedaan untuk mendukung euro. Bagaimanapun, analis pada broker AS, Jefferies Bache mengatakan bahwa pasar sudah mendiskon hasil KTT Uni Eropa yang berhasil.